<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pena Abu Harits</title>
	<atom:link href="http://penaabuharits.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://penaabuharits.wordpress.com</link>
	<description>Berusaha Meniti Manhaj Nabawi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2012 04:33:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='penaabuharits.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Pena Abu Harits</title>
		<link>http://penaabuharits.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://penaabuharits.wordpress.com/osd.xml" title="Pena Abu Harits" />
	<atom:link rel='hub' href='http://penaabuharits.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MUNCULNYA DAI-DAI PELAWAK</title>
		<link>http://penaabuharits.wordpress.com/2012/01/30/munculnya-dai-dai-pelawak/</link>
		<comments>http://penaabuharits.wordpress.com/2012/01/30/munculnya-dai-dai-pelawak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 04:31:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penaabuharits</dc:creator>
				<category><![CDATA[BID'AH dalam Agama]]></category>
		<category><![CDATA[buah pena]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penaabuharits.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[الله أخر موتتي فتأخرت حنى رأيت من الزمان عجائب Allah mengakhirkan kematianku hingga aku melihat zaman ini penuh dengan keajaiban &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211; Jamaahhhhh,&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. oh Jamaaahhhh,&#8230;.. Bgitulah salah satu patron iklan seorang ‘dai’ yang dipromosikan setinggi-tingginya oleh media masa Disatu sisi lain ada pula ‘dai’ perempuan dengan dandanan aneh (sangat menor) di TV yang menurut sumber yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penaabuharits.wordpress.com&amp;blog=4644586&amp;post=87&amp;subd=penaabuharits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>الله أخر موتتي فتأخرت حنى رأيت من الزمان عجائب</p>
<p>Allah mengakhirkan kematianku hingga aku</p>
<p> melihat zaman ini penuh dengan keajaiban</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Jamaahhhhh,&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. oh Jamaaahhhh,&#8230;..</p>
<p>Bgitulah salah satu patron iklan seorang ‘dai’ yang dipromosikan setinggi-tingginya oleh media masa</p>
<p>Disatu sisi lain ada pula ‘dai’ perempuan dengan dandanan aneh (sangat menor) di TV yang menurut sumber yang terpercaya pernah di tanya pemirsanya :</p>
<p>pemirsa : Nyai, Saya bekerja Di Pub/diskotek yang menyuguhkan Khomr, tugas saya adalah menyuguhkan khomr tersebut. Apakah gaji saya statusnya haram ?</p>
<p>Nyai, pengasuh pengajian di media ini langsung menjawab : oohhhhhh tidak apa2x, khan anda tidak ikut mengkonsumsi? (bgitulah kurang lebihnya).</p>
<p>di sisi lain, Ada sekelompok anak yang mungkin baru belajar bicara (saking mudanya usia para dai ini sehingga ngomong pun masih belum jelas) , mereka tampilkan di media-media masa [1] untuk berdakwah dan menjawab pertanyaan-pertanyaan besar berkaitan dengan nasib/masalah umat Muhammad shalallahu alaihi wassalam, mengeluarkan fatwa-fatwa tanpa sandaran dan mengikuti liarnya akal nya yang masih belum baligh itu dalam menghukumi,&#8230;. Allahu musta&#8217;an</p>
<p>Sungguh benar perkataan penyair arab berikut :</p>
<p>الله أخر موتتي فتأخرت حنى رأيت من الزمان عجائب</p>
<p>Allah mengakhirkan kematianku hingga aku</p>
<p> melihat zaman ini penuh dengan keajaiban</p>
<p>Wahai saudaraku, ketahuilah! para ulama bukanlah ABLMB (Anak Baru Lepas Masa Balita) model seperti ini, atau para dai pelawak (model dai jamaaahhh&#8230;&#8230;. oh jamaaahhh&#8230;&#8230;.. ) dan nyai “angger njeplak” yang banyak di promosikan media masa dewasa ini.</p>
<p>Para ulama ialah figur-figur pilihan yang telah menghabiskan umur mereka untuk menjaga kesempurnaan agama, mereka telah menginfakan hidup mereka untuk menegakkan Islam di hidup dan kehidupan mereka, bukan anak yang baru belajar bicara atau para pelawak seperti yang dipertontonkan para manusia jahil jaman sekarang!</p>
<p>Para ulama akan tetap ada hingga akhir masa dunia, yang dengannya setiap manusia tidak akan mempunyai dalih dan memperoleh pembenaran akan kebodohan dan sikap masa bodoh mereka terhadap agama ini (di dunia ini dan di hari hisab kelak), karena pembuktian akan kebenaran agama Islam ini akan tetap tegak sepanjang masa, karena akan tetap ada segolongan hamba yang dihidupkan Allah untuk menunjukkan kebenaran agama ini kepada manusia Dan Merekalah para ulama’ ahlussunnah wal jama’ah, sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi dalam sabda beliau :</p>
<p>(لا تزال طائفة من أمتي قائمة بأمر الله لا يضرهم من خذلهم أو خالفهم حتى يأتي أمر الله و هم ظاهرون على الناس)</p>
<p>Artinya : &#8220;Senantiasa ada sekelompok dari umatku yang tegak diatas perintah (agama) Allah, tidak memadharotkan mereka celaan serta penyelisihan orang yang menyelisihi mereka sampai datangnya perintah Allah (hari kiamat) dan mereka (kelompok tersebut) selalu nampak dihadapan manusia&#8221; [HR. Bukhori 8/149 dan Muslim 3/1524].</p>
<p>TANDA-TANDA SEMAKIN DEKATNYA HARI YANG DIJANJIKAN (KIAMAT)</p>
<p>Sunggu terbukti sabda nabi yang mulia Muhammad shalallahu alaihi wa sallam. Rasulullah bersabda :</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya diantara tanda-tanda kiamat adalah diambilnya ilmu (agama) dari anak-anak ingusan/bodoh&#8221;</p>
<p> [HR Al-Lalikai dalam 'Syarhu Ushul I'tiqod Ahli Sunnah' 102].</p>
<p>إن بين يدي الساعة لأيَّاماً يُنزَلُ فيها الجهلُ، ويُرْفَعُ العلم.</p>
<p> “Sesungguhnya menjelang hari kiamat kelak, akan ada hari-hari yang diturunkanya kebodohan dan diangkatnya ilmu”.[Shahih Al-Bukhari, Kitaabul-Fitan, Baab Dhuhuuril-Fitan (13/13 – bersama Fathul-Baariy).]</p>
<p>Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p> إن الله لا يَقْبِضُ العلمَ انتزاعاً ينتزعُه من العباد، ولكنْ يقبِضُ العلم بقبض العلماء، حتى إذا لم يبقَ عالماً؛ اتَّخذ الناس رؤوساًَ جُهَّالا، فسُئِلوا ؟ فأفتوا بغير العلم، فضلّوا وأضلوا.</p>
<p>“Sesungguhnya Allah tidak akan mengangkat ilmu dengan sekali cabutan dari manusia. Namun Allah akan mengangkat ilmu dengan mewafatkan para ulama. Hingga ketika tidak tersisa lagi seorang berilmu (di tengah mereka), manusia mengangkat para pemimpin/ulama yang jahil (diantara mereka). Mereka ditanya, dan mereka pun berfatwa tanpa ilmu. Hingga akhirnya mereka sesat dan menyesatkan (orang lain)</p>
<p> (Shahih Al-Bukhariy, Kitaabul-‘Ilmi, Baab Kaifa Yaqbidlul-‘Ilm (1/194 – bersama Fathul-Bariy), dan Shahih Muslim, Kitaabul-‘Ilmi, Baab Raf’il-‘Ilmi wa Qabdlihi wa Dhuhuuril-Jahli wal-Fitan (16/223-224 – bersama Syarh An-Nawawiy).</p>
<p>FIGUR SALAH SATU ULAMA SEJATI</p>
<p>Imam Malik guru dari Imam Asy-Syafi’i rahimahumallah, pernah mengatakan :</p>
<p>&#8220;Tidaklah aku berfatwa hingga ada 70 ahli ilmu menyaksikan bahwa aku telah layak untuk berfatwa&#8221;</p>
<p> [Sifatul Fatwa wal Mustafti (7) oleh Ibnu Hamdan].</p>
<p>Bandingkan belaiu rahimahullahu ta’ala dengan para bocah dan dai-dai karbitan yang didorong-dorong oleh televisi-televisi dewasa ini sebagai ulama?</p>
<p>Bisakah antum menemukan kesamaannya wahai saudaraku?&#8230;</p>
<p>Maka betapa sombongnya manusia yang hidup di jaman kita,&#8230;..</p>
<p>Note :</p>
<p> 1. terutama televisi di acara-acara mereka baik yang mereka namakan acara dakwah atau sinetron religi?!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penaabuharits.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penaabuharits.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penaabuharits.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penaabuharits.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penaabuharits.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penaabuharits.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penaabuharits.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penaabuharits.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penaabuharits.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penaabuharits.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penaabuharits.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penaabuharits.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penaabuharits.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penaabuharits.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penaabuharits.wordpress.com&amp;blog=4644586&amp;post=87&amp;subd=penaabuharits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penaabuharits.wordpress.com/2012/01/30/munculnya-dai-dai-pelawak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55754ae44593399daa9dadc0b3904916?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">penaabuharits</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 FAEDAH TENTANG BID&#8217;AH</title>
		<link>http://penaabuharits.wordpress.com/2011/12/30/10-faedah-tentang-bidah/</link>
		<comments>http://penaabuharits.wordpress.com/2011/12/30/10-faedah-tentang-bidah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 06:00:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penaabuharits</dc:creator>
				<category><![CDATA[BID'AH dalam Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penaabuharits.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[( Oleh :  Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi www.abiubaidah.com) I. BID’AH PEMECAH BELAH UMAT &#160; Bid’ah adalah penyebab utama perpecahan umat dan permusuhan di tengah-tengah mereka. Allah berfirman (yang artinya): &#160; “Dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan,karena itu akan mencerai beraikan kalian dari jalanNya”. [1] &#160; Mujahid[2] menafsirkan “jalan-jalan” dengan aneka macam bid’ah dan syubhat.[3] &#160; Setelah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penaabuharits.wordpress.com&amp;blog=4644586&amp;post=92&amp;subd=penaabuharits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>( Oleh :  Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi<br />
www.abiubaidah.com)</p>
<p><strong>I. </strong><strong>BID’AH PEMECAH BELAH UMAT</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bid’ah adalah penyebab utama perpecahan umat dan permusuhan di tengah-tengah mereka. Allah berfirman (yang artinya):</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>“Dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan,karena itu akan mencerai beraikan kalian dari jalanNya”</em>. [1]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mujahid[2] menafsirkan “jalan-jalan” dengan aneka macam bid’ah dan syubhat.[3]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah menyebutkan beberapa dalil-dalil bahwa bid’ah adalah pemecah belah umat, Imam Asy Syatibi mengatakan :”Semua bukti dan dalil ini menunjukan bahwa munculnya perpecahan dan permusuhan adalah ketika munculnya kebid’ahan”[4]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata dalam <em>Al Istiqomah</em> 1/42 : ”bid’ah itu identik dengan perpecahan sebagaimana sunnah identik dengan persatuan.”</p>
<p><span id="more-92"></span></p>
<p><strong>II. BILA BID’AH DIANGGAP SUNNAH</strong></p>
<p>Sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu tatkala mengatakan:<strong> </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>كَيْفَ أَنْتُمْ إِذَا لَبِسَتْكُمْ فِتْنَةٌ يَهْرَمُ فِيْهَا الْكَبِيْرُ, وَيَرْبُوْ فِيْهَا الصَّغِيْرُ, إِذَا تُرِكَ مِنْهَا شَيْءٌ قِيْلَ تُرِكَتِ السُّنَّةُ. قَالُوْا : وَمَتَى ذَاكَ؟ قَالَ : إِذَا ذَهَبَتْ عُلَمَاؤُكُمْ, وَكَثُرَتْ قُرَّاؤُكُمْ, وَقَلَّتْ فُقَهَاؤُكُمْ, وَكَثُرَتْ أُمَرَاؤُكُمْ, وَقَلَّتْ أُمَنَاؤُكُمْ, وَالْتُمِسَتِ الدُّنْيَا بِعَمَلِ الآخِرَةِ, وَتُفُقِّهَ لِغَيْرِ الدِّيْنِ</strong><em> </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Bagaimana sikap kalian apabila datang sebuah fitnah yang membuat orang-orang dewasa menjadi pikun, anak-anak menjadi tua dibuatnya, dan manusia menganggapnya sunnah, apabila ditinggalkan maka dikatakanlah, “Sunnah telah ditinggalkan.” Mereka bertanya, “Kapankah itu terjadi?” Beliau menjawab, “Apabila telah wafat para ulama kalian dan meninggal para pembaca kalian, sedikitnya orang-orang faqih kalian, banyaknya para pemimpin kalian, sedikitnya orang-orang yang amanah, dunia dikejar dengan amalan akhirat, ilmu selain agama dipelajari secara mendalam.”</em>[5]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Syaikh al-Albani menerangkan bahwa hadits ini sekalipun mauquf pada Ibnu Mas’ud tetapi dia tergolong marfu’ hukman (sampai kepada Nabi shallallahu&#8217;alaihi wa sallam), lalu lanjutnya: “Hadits ini merupakan salah satu bukti kebenaran kenabian Nabi dan risalah yang beliau emban, karena setiap penggalan hadits ini telah terbukti nyata pada zaman kita sekarang, di antaranya banyaknya kebid’ahan dan banyaknya manusia yang terfitnah olehnya sehingga menjadikannya sebagai suatu sunnah dan agama, lalu ketika ada Ahlus Sunnah yang memalingkannya kepada sunnah yang sebenarnya, maka mereka mengatakan: “Sunnah telah ditinggalkan”.!! [6]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>III. SENJATA PAMUNGKAS </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari Said bin Musayyib, ia melihat seorang laki-laki menunaikan shalat setelah fajar lebih dari dua rakaat, ia memanjangkan rukuk dan sujudnya. Akhirnya Said bin Musayyib pun melarangnya. Orang itu berkata: “Wahai Abu Muhammad, apakah Allah aka menyiksaku dengan sebab shalat? “Beliau menjawab tidak, tetapi Allah akan menyiksamu karena menyelisihi As-Sunnah”. [7]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani mengomentari atsar ini dalam <em>Irwaul Ghalil</em> 2/236</p>
<p>“Ini adalah jawaban Said bin Musayyib yang sangat indah. Dan merupakan senjata pamungkas terhadap para ahlul bid’ah yang menganggap baik kebanyakan bid’ah dengan alasan dzikir dan shalat, kemudian membantai Ahlus Sunnah dan menuduh bahwa mereka (Ahlu Sunnah) mengingkari dzikir dan shalat! Padahal sebenarnya yang mereka ingkari adalah penyelewengan ahlu bid’ah dari tuntunan Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam dzikir, shalat dan lain-lain”.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>IV. BID’AH HASANAH, ADAKAH?</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sungguh aneh bin ajaib apa yang dikatakan oleh al-Ghumari dalam bukunya <em>“Itqon Shun’ah fi Tahqiqi Ma’na al-Bid’ah”</em> hlm. 5: “Sesungguhnya para ulama bersepakat untuk membagi bid’ah menjadi dua macam; bid’ah terpuji dan tercela…Tidak ada yang menyelisihnya kecuali asy-Syathibi!!!”.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Demikian ucapannya, sebuah ucapan yang tidak membutuhkan keterangan panjang tentang bathilnya, karena para ulama salaf semenjak dahulu hingga sekarang selalu mengingkari bid’ah dan menyatakan bahwa setiap kebid’ahan adalah sesat. Alangkah bagusnya ucapan sahabat Abdulloh bin Umar tatkala berkata:</p>
<p><strong>كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَ إِنْ رَآهَا النَّاسُ حَسَنَةً </strong></p>
<p><em>Setiap bid’ah adalah kesesatan walaupun dipandang oleh manusia sebagai suatu kebaikan.</em> [8]</p>
<p><strong>V. KELUARGA WARNA WARNI</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sungguh unik apa yang dikisahkan oleh Ibnu Hazm dalam <em>Nuqothul Arus</em> sebagaimana dalam <em>Rosail Ibnu Hazm</em> 2/112-115, di antaranya:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hirosy memiliki enam anak, dua anaknya Ahlu Sunnah, duanya lagi dari Khowarij, duanya lagi dari Rafidhoh, mereka saling bermusuhan, sehingga suatu kali bapak mereka mengatakan: “Sesungguhkan Allah telah mencerai beraikan hati kalian!!”.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sayyid al-Himyari Kisani adalah seorang Syi’ah, sedangkan kedua orang tuanya adalah khowarij, anaknya suka melaknat kedua orang tuanya dan kedua orang tuanya membalas melaknatnya juga!! [9]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>VI. BID’AH MEMATIKAN SUNNAH</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hassan bin ‘Athiyyah berkata: “Tidaklah suatu kaum melakukan suatu kebid’ahan dalam agama mereka, kecuali Allah akan mencabut dari mereka sunnah semisalnya, kemudian dia tidak kembali ke sunnah hingga hari kiamat”. [10]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Imam adz-Dzahabi berkata: “Mengikuti sunnah adalah kehidupan hati dan makanan baginya. Apabila hati telah terbiasa dengan bid’ah, maka tiada lagi ruang untuk sunnah”. [11]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>VII. HATI ITU LEMAH</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Suatu kali, ada dua orang lelaki pengekor hawa nafsu datang kepada Muhammad bin Sirin seraya mengatakan: “Wahai Abu Bakr! Kami akan menceritakan kepadamu suatu hadits? Beliau berkata: Tidak. Keduanya mengatakan: Kami akan membacakan ayat Al-Qur’an kepadamu. Beliau berkata: Tidak, kalian yang pergi ataukah saya yang akan pergi. [12]Sufyan ats-Tsauri berkata: “Barangsiapa mendengarkan suatu kebid’ahan, maka janganlah dia menceritakan kepada teman duduknya, janganlah dia memasukkan syubhat dalam hati mereka”.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Imam adz-Dzahabi membawakannya dalam <em>Siyar A’lam Nubala’</em> 7/261, lalu berkomentar:</p>
<p>“Mayoritas ulama salaf seperti ini kerasnya dalam memperingatkan dari bid’ah, mereka memandang bahwa hati manusia itu lemah, sedangkan syubhat kencang menerpa”.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>VIII. ANTARA BID’AH DAN MASLAHAT</strong></p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah memberikan sebuah kaidah penting tentang maslahat dan mafsadah, beliau berkata :</p>
<blockquote><p><strong>فَكُلُّ أَمْرٍ يَكُوْنُ الْمُقْتَضِيْ لِفِعْلِهِ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ</strong> صلى الله عليه و سلم<strong> مَوْجُوْدًا لَوْ كَانَ مَصْلَحَةً وَلَمْ يَفْعَلْ, يُعْلَمُ أَنَّهُ لَيْسَ بِمَصْلَحَةٍ</strong></p>
<p><em>Setiap perkara yang faktor dilakukannya ada pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam</em><em>,</em><em> yang nampaknya membawa maslahat tetapi tidak dikerjakan Nabi, maka jelas bahwa hal itu bukanlah maslahat.</em> [13]</p></blockquote>
<p>Beliau kemudian memberikan contoh, seperti adzan pada hari raya. Adzan itu sendiri pada asalnya adalah maslahat. Dan faktor dilakukannya juga ada, yaitu mengumpulkan jama’ah sholat. Tetapi Nabi tidak melakukannya. Berarti adzan pada hari raya bukanlah maslahat. Kita menyakini hal itu sesat sebelum kita mendapatakan larangan khusus akan hal tersebut atau sebelum kita mendapatkan bahwa hal tersebut membawa mafsadah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>IX. PESAN SUNAN BONANG</strong></p>
<p>Salah satu catatan menarik yang terdapat dalam dokumen “Het Book van Mbonang”[14] adalah peringatan dari sunan Mbonang kepada umat untuk selalu bersikap saling membantu dalam suasana cinta kasih, dan mencegah diri dari kesesatan dan bid’ah. Bunyinya sebagai berikut: <em>“Ee..mitraningsun! Karana sira iki apapasihana sami-saminira Islam lan mitranira kang asih ing sira lan anyegaha sira ing dalalah lan bid’ah“. </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: “Wahai saudaraku! Karena kalian semua adalah sama-sama pemeluk Islam maka hendaklah saling mengasihi dengan saudaramu yang mengasihimu. Kalian semua hendaklah mencegah dari perbuatan sesat dan bid’ah.[15]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>X. MEMBANTAH AHLI BID’AH</strong></p>
<p>Alangkah bagusnya ucapan seorang:</p>
<p><strong>يَا طَالِبَ الْعِلْمِ صَارِمْ كُلَّ بَطَّالِ</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>وَكُلَّ غَاوٍ إِلىَ الأَهْوَاءِ مَيَّالِ</strong></p>
<p><strong>وَلاَ تَمِيْلَنَّ يَا هَذَا إِلَى بِدَعٍ</strong></p>
<p><strong>ضَلَّ أَصْحَابُهَا بِالْقِيْلِ وَالْقَالِ</strong></p>
<p><em>Wahai penuntut ilmu, seranglah setiap ahli kebathilan</em></p>
<p><em>Dan setiap orang yang condong kepada hawa nafsu</em></p>
<p><em>Janganlah dirimu condong kepada bid’ah</em></p>
<p><em>Sungguh pelaku bid’ah telah tersesat karena kabar burung</em>. [16]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>[1] QS.Al-An’am: 153.</p>
<p>[2] Beliau adalah seorang pakar ilmu tafsir,beliau belajar dan khatam al qur’an beserta tafsirnya perayat kepada Ibnu Abbas sebanyak dua puluh sembilan kali. Sufyan Ats-Tsauri berkata :”Apabila datang padamu tafsir dari Mujahid, maka cukuplah dengannya.(lihat <em>Ma’rifah Qurra’</em> kibar 1/66-67 Adz-Dzahabi, <em>Muqodimah Tafsir</em> 94-95 Ibnu Taimiyyah).</p>
<p>[3] Jami’ul Bayan 5/88 Ibnu Jarir.</p>
<p>[4] <em>Al-I’tishom</em> 1/157.</p>
<p>[5] HR. Darimi 1/64, al-Hakim 4/514 dengan sanad hasan shohih.</p>
<p>[6] <em>Qiyam Romadhan</em> hlm. 4-5.</p>
<p>[7] Dikeluarkan oleh al-Baihaqi dalam <em>Sunan Kubra</em> 2/466.</p>
<p>[8] Diriwayatkan oleh Lalikai dalam <em>Syarah Ushul I’tiqod</em>: 126, Ibnu Baththoh dalam <em>Ibanah</em>: 205, al-Baihaqi dalam <em>Madkhol Ila Sunan</em>: 191, dan Ibnu Nashr dalam <em>as-Sunnah</em>: 70 dan dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam <em>Ahkam Janaiz</em> hlm. 258.</p>
<p>[9] <em>An-Nadhoir</em>, Syaikh Bakr Abu Zaid hlm. 86.</p>
<p>[10] Dikeluarkan al-Lalikai: 129, ad-Darimi: 98 dengan sanad shohih.</p>
<p>[11] <em>Tasyabbuh al-Khosis bi Ahlil Khomis</em> hlm. 46.</p>
<p>[12] Ad-Darimi 1/109.</p>
<p>[13] Iqtidho’ Sirhotil Mustaqim 2/594.</p>
<p>[14] Dokumen ini adalah sumber tentang walisongo yang dipercayai sebagai dokumen asli dan valid, yang tersimpan di Museum Leiden, Belanda. Dari dokumen ini telah dilakukan beberapa kajian oleh beberapa peneliti. Diantaranya thesis Dr. Bjo Schrieke tahun 1816, dan Thesis Dr. Jgh Gunning tahun 1881, Dr. Da Rinkers tahun 1910, dan Dr. Pj Zoetmulder Sj, tahun 1935.</p>
<p>[15] Dari info Abu Yahta Arif Mustaqim, pengedit buku <em>Mantan Kiai NU Menggugat Tahlilan, Istighosahan dan Ziarah Para Wali </em>hlm. 12-13.</p>
<p>[16] <em>Dzail Tarikh Baghdad</em> 16/318, sebagaimana dalam <em>Ilmu Ushul Bida’</em> hlm. 300.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penaabuharits.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penaabuharits.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penaabuharits.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penaabuharits.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penaabuharits.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penaabuharits.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penaabuharits.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penaabuharits.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penaabuharits.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penaabuharits.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penaabuharits.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penaabuharits.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penaabuharits.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penaabuharits.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penaabuharits.wordpress.com&amp;blog=4644586&amp;post=92&amp;subd=penaabuharits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penaabuharits.wordpress.com/2011/12/30/10-faedah-tentang-bidah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55754ae44593399daa9dadc0b3904916?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">penaabuharits</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MANUSIA YENG TERBUNUH OLEH AL-QUR&#8217;AN</title>
		<link>http://penaabuharits.wordpress.com/2011/12/30/manusia-yeng-terbunuh-oleh-al-quran/</link>
		<comments>http://penaabuharits.wordpress.com/2011/12/30/manusia-yeng-terbunuh-oleh-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 03:46:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penaabuharits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penaabuharits.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah anda mendengar kisah Orang yang terbunuh Oleh Al Qur&#8217;an? Adalah Ustad Armen Halim Naro rahimahullahu ta&#8217;ala pada satu kajian di masa hidup beliau pernah membawakan kisah terbunuhnya Ali Ibn Fudhail Ibn Iyyadh (seorang tabi&#8217;ut tabi&#8217;in), dan kisah ini begitu menakjubkan kami, sungguh jikalau kisah ini tidak hadir kepada kita dengan sanad yang shohih maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penaabuharits.wordpress.com&amp;blog=4644586&amp;post=85&amp;subd=penaabuharits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah anda mendengar kisah Orang yang terbunuh Oleh Al Qur&#8217;an?</p>
<p><span id="more-85"></span></p>
<p>Adalah Ustad Armen Halim Naro rahimahullahu ta&#8217;ala pada satu kajian di masa hidup beliau pernah membawakan kisah terbunuhnya Ali Ibn Fudhail Ibn Iyyadh (seorang tabi&#8217;ut tabi&#8217;in), dan kisah ini begitu menakjubkan kami, sungguh jikalau kisah ini tidak hadir kepada kita dengan sanad yang shohih maka kita tentu sudah mendustakannya. dan sekarang saya menemukan runtutan kisah ini dengan jelas. dari</p>
<p>http://www.facebook.com/notes/sejarah-dan-peradaban-islam/ali-bin-al-fudhail-meninggal-karena-bacaan-al-quran/190533590972066</p>
<p>maka simaklah semoga bisa menjadi ibroh bagi kita semua</p>
<p>ORANG YANG TERBUNUH KARENA ALQUR&#8217;AN</p>
<p>Muhammad bin Bisyr al-Makki berkata, &#8220;Pada suatu hari kami berjalan bersama-sama Ali bin al-Fudhail. Kami lewat di depan majlis ta’lim Bani al-Harits al-Makhzumi, ketika itu ada seorang guru sedang mengajari anak-anak membaca ayat,</p>
<p>وَلِلَّهِ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي اْلأَرْضِ لِيَجْزِيَ الَّذِينَ أَسَائُوا بِمَا عَمِلُوا وَيَجْزِيَ الَّذِينَ أَحْسَنُوا بِالْحُسْنَى {31}</p>
<p>&#8216;Supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (Surga).&#8217; (An-Najm: 31).</p>
<p>Kemudian Ibnu Fudhail berteriak hingga pingsan.</p>
<p>Kemudian al-Fudhail (Ayah Ibnu Fudhail) datang dan berkata, &#8216;Demi bapakku, al-Qur’an benar-benar membuatnya pingsan,&#8217; kemudian ia bawa pulang. Beberapa orang yang membawa pulang Ibnu Fudhail menceritakan kepadaku bahwa Ibnu Fudhail pada hari itu tidak melaksanakan shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya’ (karena pingsan seharian), ia baru sadar setelah tengah malam.&#8221;</p>
<p>Abu Bakar bin Iyash berkata, &#8220;Aku shalat Maghrib di belakang (makmum kepada) al-Fudhail bin Iyadh. Di sampingku Ali Ibnu al-Fudhail anaknya. Al-Fudhail membaca (Alhaakumut-takaatsur; Bermegah-megahan telah melalaikan kamu) ketika sampai pada ayat (Latarawunnal jahiim; niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahannam) Ali pingsan, sementara al-Fudhail tidak mampu meneruskan bacaan ayat tersebut. Kemudian kami meneruskan shalat dengan shalat khauf (orang yang khawatir). Selanjutnya al-Fudhail berkata, &#8216;Aku terus menerus menjaga Ali, ia baru sadar setelah tengah malam&#8217;.&#8221;</p>
<p>Pada suatu hari Ali di rumah Ibnu Uyainah. Kemudian Sufyan meriwayatkan suatu hadits tentang Neraka. Ketika itu Ali memegang selembar kertas yang terikat, kemudian ia berteriak dan pingsan, ia melempar kertas dari tangannya. Sofyan menoleh ke arah Ali lalu berkata, &#8220;Kalau aku tahu bahwa kamu ada di sini aku tidak akan meriwayatkan hadits ini.&#8221; Ali tidak kunjung siuman kecuali setelah Allah menghendakinya.</p>
<p>Al-Fudhail bin Iyad berkata, &#8220;Anakku Ali menangis, lalu aku berkata, &#8216;Wahai anakku apa yang membuatmu menangis?&#8217; Ia menjawab, &#8216;Aku takut kalau pada hari kiamat nanti kita tidak bisa berkumpul bersama&#8217;.&#8221;</p>
<p>Al-Fudhail berkata, &#8220;Ibnul Mubarak berkata kepadaku, &#8216;Wahai Abu Ali, alangkah bahagianya orang yang lepas dari kehidupan dunia karena bertemu dengan Allah!&#8217; Ketika itu, Ali anakku mendengar ucapan Ibnul Mubarak itu, tiba-tiba ia pingsan.&#8221;</p>
<p>Muhammad bin Najihah berkata, &#8220;Aku makmum shalat Shubuh di belakang al-Fudhail, ketika itu beliau ia membaca surat al-Haqqah, tatkala sampai pada ayat (khudzuuhu fa ghulluuh; Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya), ia tidak mampu menahan tangis. Kemudian Ali, anaknya pingsan.&#8221;</p>
<p>Al-Khatib menuturkan, &#8220;Ali bin al-Fudhail meninggal dunia beberapa saat sebelum bapaknya, karena ia mendengar suatu ayat dibaca seseorang, ia pingsan dan ketika itu juga meninggal dunia.&#8221;</p>
<p>Ibrahim bin Basyar berkata, &#8220;Bahwa ayat yang menyebabkan Ali bin al-Fudhail meninggal adalah ayat,</p>
<p>وَلَوْ تَرَىإِذْ وُقِفُوا عَلَى النَّارِ فَقَالُوا يَالَيْتَنَا نُرَدُّ وَلاَنُكَذِّبُ بِئَايَاتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ {27}</p>
<p>&#8216;Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke Neraka, lalu mereka berkata, kiranya kami dikembalikan ke dunia.&#8217; (Al-An&#8217;am: 27).</p>
<p>Pada ayat inilah beliau meninggal dan aku termasuk di antara orang yang menshalatkan jenazahnya. Semoga Allah mencurahkan kasih sayangNya.</p>
<p>Sumber : (As-Siyar, 8/443-448; al-Hilyah, 8/297-299.)</p>
<p>Akhi fillah, kadang kita heran bagaimana mereka (para salaf) bisa seperti itu terpengaruh dengan alqur&#8217;an, dari hati yang seperti apa mereka ini terbentuk?</p>
<p>akhi fillah, beberapa saat lalu saya mencoba mendegarkan bacaan dari Thoha al Junaid yang telah saya unduh dari alamat youtube berikut :</p>
<p><iframe width="510" height="383" src="http://www.youtube.com/embed/149N2T3ccW0?fs=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>kemudian saya ambil terjemahan qur&#8217;an dan saya coba mendengarkan bacaan surat At Thuur dari thoha al junayd breiringan dengan terjemahan tersebut. maka saya jadi sedikit memahami mengapa mereka bisa sampai sejauh itu terpengaruh dengan al qur&#8217;an,&#8230;</p>
<p>semoga Allah mengumpulkan kita kelak bersama orang-orang yang dianugerahi hati yang lembut, selembut hati burung seperti ali ibn fudhail ibn iyyadh.</p>
<p>Rasulullah Bersabda : “Akan masuk surga beberapa kaum yg hati mereka seperti hati Burung “. (Sahih Muslim 13/484, hadist no. 5074)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penaabuharits.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penaabuharits.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penaabuharits.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penaabuharits.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penaabuharits.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penaabuharits.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penaabuharits.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penaabuharits.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penaabuharits.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penaabuharits.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penaabuharits.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penaabuharits.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penaabuharits.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penaabuharits.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penaabuharits.wordpress.com&amp;blog=4644586&amp;post=85&amp;subd=penaabuharits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penaabuharits.wordpress.com/2011/12/30/manusia-yeng-terbunuh-oleh-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55754ae44593399daa9dadc0b3904916?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">penaabuharits</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BAHTERA DAKWAH SALAFIYYAH DI LAUTAN INDONESIA</title>
		<link>http://penaabuharits.wordpress.com/2009/07/01/bahtera-dakwah-salafiyyah-di-lautan-indonesia/</link>
		<comments>http://penaabuharits.wordpress.com/2009/07/01/bahtera-dakwah-salafiyyah-di-lautan-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 01:58:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penaabuharits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penaabuharits.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Disusun Oleh : Muhammad Arifin Badri, Lc, MA Alumni S-2 Universitas Islam Madinah, KSA dan Mahasiswa S-3 Universitas Islam Madinah, KSA Alhamdulillah, Washsholatu wasallamu `alaa asyrofil anbiyaai nabiyyinaa muhammadin wa `alaa aalihi wa ashhaabihi &#8230; Adalah sikap yang bijak dalam segala urusan, bila kita selalu mengevaluasi setiap perbuatan dan sikap yang pernah kita lakukan, guna [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penaabuharits.wordpress.com&amp;blog=4644586&amp;post=58&amp;subd=penaabuharits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Disusun Oleh :</p>
<p>Muhammad Arifin Badri, Lc, MA</p>
<p>Alumni S-2 Universitas Islam Madinah, KSA</p>
<p>dan Mahasiswa S-3 Universitas Islam Madinah, KSA</p>
<p><span id="more-58"></span></p>
<p>Alhamdulillah, Washsholatu wasallamu `alaa asyrofil anbiyaai nabiyyinaa</p>
<p>muhammadin wa `alaa aalihi wa ashhaabihi &#8230;</p>
<p>Adalah sikap yang bijak dalam segala urusan, bila kita selalu mengevaluasi</p>
<p>setiap perbuatan dan sikap yang pernah kita lakukan, guna mengembangkan</p>
<p>keberhasilan dan meluruskan kesalahan, sehingga hari-hari kita selalu</p>
<p>bertambah baik, bila dibanding hari-hari sebelumnya. Dan pada kesempatan</p>
<p>ini, saya mengajak semua orang yang berkepentingan dengan dakwah</p>
<p>salafiyyah di Indonesia untuk sedikit menoleh kebelakang, guna menilik</p>
<p>kembali, lalu mengevaluasi perjalanan dakwah islamiyyah ini.</p>
<p>Umar bin Khaththab pernah berkata :</p>
<p>Artinya : <em>bermuhasabahlah (intropeksi dirilah) sebelum kalian dihisab. </em>( HR. At</p>
<p>Tirmidzi dan Ibnu Syaibah ). Hal ini saya anggap penting dan sangat mendesak</p>
<p>untuk bersama-sama kita lakukan, karena saya merasa, dan setiap orang</p>
<p>telah merasakan adanya berbagai aral dan berbagai badai yang sedang</p>
<p>menerpa bahtera dakwah ini.</p>
<p>Bahkan pada akhir-akhir ini semakin banyak badai dan ombak yang menerpa,</p>
<p>bila tidak segera diluruskan laju bahtera ini, saya takut akan oleng dan</p>
<p>tenggelam.</p>
<p>Sungguh indah dan tepat sekali permisalan yang telah diberikan oleh</p>
<p>Rasulullah b bahtera dakwah ini.. tatkala beliau bersabda :</p>
<p>Artinya : <em>Permisalan orang-orang yang menegakkan batasan-batasan ( syariat )</em></p>
<p><em>allah dan orang-orang yang melanggarnya, bagaikan suatu kaum yang berbagibagi</em></p>
<p><em>tempat di sebuah kapal / ahtera, sehingga sebagian dari mereka ada yang</em></p>
<p><em>mendapatkan bagian atas kapal tersebut, dan sebagian lainnya mendapatkan</em></p>
<p><em>bagian bawahnya, sehingga yang berada dibagian bawah kapal bila mengambil</em></p>
<p><em>air, maka pasti melewati orang-orang yang berada diatas mereka, kemudian</em></p>
<p><em>mereka berkata : seandainya kita melubangi bagian kita dari kapal ini, niscaya</em></p>
<p><em>kita tidak akan mengganggu orang-orang yang berada diatas kita. Nah apabila</em></p>
<p><em>mereka semua membiarkan orang-orang tersebut melaksanakan keinginnanya,</em></p>
<p><em>niscaya mereka semua akan binasa, dan bila mereka mencegah orang-orang</em></p>
<p><em>tersebut, niscaya mereka telah menyelamatkan orang-orang tersebut, dan</em></p>
<p><em>mereka semuapun akan selamat. </em>( HR Bukhori ).</p>
<p>Bila kita amati dan renungkan realita dakwah salaf di negri kita, kita akan</p>
<p>melihat adanya berbagai kekurangan yang mesti dibenahi, dan menurut hemat</p>
<p>saya, ada enam permasalahan yang sepatutnya kita pikirkan bersama,</p>
<p>kemudian kita bersama-sama mencarikan solusi baginya, keenam</p>
<p>permasalahan tersebut adalah :</p>
<p>1</p>
<p>1. Tidak sistematis dalam belajar dan mengajar</p>
<p>2. Sikap tidak jujur terhadap diri ssendiri</p>
<p>3. Kedudukan uang transport bagi seorang da&#8217;i.</p>
<p>4. Pemahaman dan sikap warisan dari berbagai firqoh-firqoh (aliranaliran)</p>
<p>yang berseberangan dengan Ahlus sunnah wal jama&#8217;ah.</p>
<p>5. Ketidakmampuan kita untuk menjelaskan kebenaran dan mematahkan</p>
<p>argumentasi lawan.</p>
<p>6. Sikap kaku dan beku dalam menerapkan fatwa dan penjelasan</p>
<p>para ulama&#8217;.</p>
<p>Untuk lebih jelasnya, akan saya jabarkan keenam permasalahan tersebut satu</p>
<p>demi satu :</p>
<p>Tidak sistematis dalam belajar dan mengajar Bila kita membaca nasehatnasehat</p>
<p>para ulama&#8217; -baik ulama&#8217;- terdahulu maupun ulama&#8217; zaman sekarangdalam</p>
<p>perihal menuntut ilmu, maka kita akan dapatkan mereka</p>
<p>menganjurkan kita untuk memulai mempelajari ilmu-ilmu yang paling</p>
<p>penting, kemudian yang penting, dan kemudian yang kurang penting dan</p>
<p>seterusnya,. Sehingga setiap orang yang ingin berhasil dalam menuntut ilmu,</p>
<p>maka dengan ilmu itulah ia memulai belajar.</p>
<p>Dan setelah ia mengetahui ilmu yang paling penting, lalu iapun harus bisa</p>
<p>memilah-milah pembahasan-pembahasan ilmu tersebut, sehingga ia harus</p>
<p>mendahulukan hal-hal prinsip dalam ilmu tersebut, sebelum ia mempelajari</p>
<p>hal-hal lainnya.</p>
<p>Sebagai contoh: Ilmu yang paling penting dalam kehidupan seorang muslim,</p>
<p>adalah ilmu tauhid, maka ilmu inilah yang pertama kita pelajari. Dan ketika</p>
<p>kita hendak memulai belajar ilmu tauhid, maka kita harus tahu, dari bagian</p>
<p>ilmu tauhid yang mana kita harus memulai ? Apakah kita mulai dari</p>
<p>mempelajari permasalahan tauhid uluhiyah, ataukah tauhid rububiyyah, atau</p>
<p>tauhid asma&#8217; wa shifat ? Mungkin ada yang berkata : Bagaimana, saya bisa</p>
<p>melakukan hal ini, sedangkan saya adalah pemula atau orang awam, yang</p>
<p>belum tahu apa-apa ?</p>
<p>Nah&#8230;inilah sumber permasalahan yang ingin saya tekankan. Sebagai tholibul</p>
<p>ilmi pemula, terlebih-lebih masyarakat awam , tentunya ia tidak akan mampu</p>
<p>melakukan hal ini sendiri, oleh karena itu, disini datanglah peran para</p>
<p>asatidzah dan du&#8217;at, mereka dituntut untuk mengarahkan dan membimbing</p>
<p>murid-murid mereka, masing-masing disesuaikan dengan kemampuannya.</p>
<p>Nah&#8230;kewajiban inilah yang saya rasa telah banyak dilalaikan oleh para</p>
<p>asatidzah dan du&#8217;at-du&#8217;at kita, sehingga terjadilah kekacauan, dan berbagai</p>
<p>fitnah dimasyarakat.</p>
<p>Artinya : <em>Berbicaralah kepada setiap manusia dengan masalah-masalah yang</em></p>
<p><em>mampu mereka pahami, apakah kalian suka bila Allah dan Rasul-Nya</em></p>
<p><em>didustakan. </em>(Diriwayatkan oleh Imam Bukhori tanpa menyebutkan sanad, dan</p>
<p>Imam Al Baihaqi dalam kitab Al Madkhal, dan Al Khathib Al Baghdady dalam</p>
<p>kitab Al Jami&#8217;, keduanya dengan menyebutkan sanadnya).</p>
<p>2</p>
<p>Sebagai contoh nyata : Pada +/- 4 tahun silam, pada saat terjadi muqabalah</p>
<p>(test seleksi mahasisiwa untuk belajar di Al Jami&#8217;ah Al Islamiyyah),</p>
<p>berkumpulah sekitar 50 orang thullabul ilmi di sebuah pesantren, lalu</p>
<p>beberapa asatidzah -termasuk saya sendiri- menghubungi beberapa syekh</p>
<p>yang sedang menjalankan test muqobalah tersebut, guna memohon agar</p>
<p>sebagian mereka sudi mengunjungi pesantren tersebut diatas dan kemudian</p>
<p>menguji ke 50 thullab tersebut. Alhamdulillah, salah seorang syekh yang ada</p>
<p>kala itu bersedia memenuhi undangan kita, syekh tersebut bernama :&#8221;Syekh</p>
<p>Muhammad bin Abdul Wahhab Al `Aqiil&#8221; (Penulis buku Manhaj dan Aqidah</p>
<p>Imam Syafi&#8217;iy yang diterbitkan oleh Pustaka Imam Syafi&#8217;I), dan ketika beliau</p>
<p>sudah tiba di pesantren yang dimaksud, maka beliau langsung mengetest /</p>
<p>menguji ke-50 thullab, satu demi satu. Dan diantara pertanyaan yang beliau</p>
<p>lontarkan kepada mereka :&#8221;Sebutkan rukun-rukun sholat?&#8221;</p>
<p>Sangat memalukan, dari ke 50 orang tersebut, tidak satupun yang berhasil</p>
<p>memberikan jawaban, walau hanya menyebutkan satu rukun saja. Bahkan</p>
<p>ada salah satu dari mereka yang memberanikan diri untuk menjawab, dan</p>
<p>berkata: &#8220;Diantara rukun sholat adalah berwudhu sebelumnya&#8221;.</p>
<p>Lalu syekh tersebut bertanya kepada salah seorang mereka : &#8220;Siapakah yang</p>
<p>lebih kafir, ahlul bid&#8217;ah ataukah yahudi?&#8221;, maka dengan sekonyong-konyong</p>
<p>orang tersebut berkata : Ahlul bid&#8217;ah lebih kafir dibanding yahudi. Tatkala</p>
<p>syekh Muhammad bin Abdul Wahhab mendengar jawaban tersebut, beliau</p>
<p>terbelalak, seakan tidak percaya melihat kenyataan yang sangat memalukan</p>
<p>ini dan berkata: &#8220;Apakah ini yang kalian pahami tentang manhaj salaf ?!,</p>
<p>Siapakah yang mengajari kalian demikian ?!.</p>
<p>Yang lebih parah dari itu semua, pada keesokan harinya, ada salah seorang</p>
<p>ustadz yang berceramah dan berkata : &#8220;Sesungguhnya Syekh Muhammad bin</p>
<p>Abdul Wahhab Al `Aqiil telah dipengaruhi oleh orang-orang sururiyyin,</p>
<p>sehingga bertanya kepada murid-murid kita dengan pertanyaan yang rumit&#8221;.</p>
<p>Apakah para pembaca percaya dengan komentar ustadz tersebut, apakah</p>
<p>pertanyaan tentang rukun sholat rumit? Apakah tidak ada yang tahu bahwa</p>
<p>yahudi jelas-jelas kafir, sedangkan ahlul bid&#8217;ah banyak dari mereka tidak</p>
<p>sampai kepada kekufuran ?!?!?!</p>
<p>Contoh lain : Beberapa saat lalu, ramai terjadi fitnah antara masyarakat</p>
<p>dengan syabab yang telah kenal pengajian salaf, dalam masalah beradzan</p>
<p>diluar masjid, iqomah tanpa menggunakan pengeras suara, menentukan</p>
<p>waktu-waktu shalat dengan menggunakan matahari, mengenakan pakaian</p>
<p>gamis dilingkungan yang tidak kenal gamis, seperti di kampus, dll.</p>
<p>Contoh lain : Setiap kali sampai ke Indonesia sebuah kitab baru, terutama</p>
<p>yang ditulis oleh ulama&#8217;-ulama&#8217; zaman sekarang, seperti Syekh Rabi&#8217; bin Hadi</p>
<p>Al Madkholi, Ali Hasan, Mansyur Hasan Salman, atau yang lainnya, kita</p>
<p>langsung ramai-ramai membacakan kitab tersebut, dan marak diadakan</p>
<p>dauroh-dauroh membahas kitab tersebut, dan tatkala ada kitab baru</p>
<p>lagi,maka kitapun ramai-ramai pindah ke kitab tersebut, dan begitulah</p>
<p>seterusnya. Bukan berarti tidak dibenarkan untuk membaca kitab tersebut,</p>
<p>akan tetapi, sistematis dalam belaja dan mengajar harus tetap dijaga.</p>
<p>3</p>
<p>Contoh lain : Tatkala ada salah seorang dari ustadz, atau da&#8217;i yang sedang</p>
<p>ditahdzir, maka disetiap kota, dan setiapa majlis, pembicaraan dan materi</p>
<p>kajiannyapun berhubungan dengan ustadz tersebut, baik yang pro ataupun</p>
<p>kontra, sibuk dengan isu seputar permasalahan tersebut, dan melalaikan</p>
<p>ilmu.</p>
<p>Sikap yang tidak punya pendirian ini, bagaikan buih lautan yang diombangambingkan</p>
<p>oleh angin, kemana angin berhembus, maka kesanalah buih</p>
<p>menuju. Oleh karena itu tidak heran kalau keilmuan yang terbentuk dari cara</p>
<p>pedidikan dan dakwah seperti ini, tidak kokoh sebagaimana lemahnya buih</p>
<p>lautan yang tidak pernah tetap pada sebuah pendirian</p>
<p>Sebagai wujud lain dari permasalahan ini adalah : Sering kali kita merasa</p>
<p>cukup dengan hanya mengenal nama sebuah istilah, walaupun tidak</p>
<p>mengenal hakikat.</p>
<p>Para ulama telah banyak menjelaskan, bahwa setiap nama dalam syariat islam</p>
<p>ini, adalah merupakan istilah syar&#8217;i, sehingga defiinisi dan maknanyapun</p>
<p>harus dipahami sesuai dengan yang dikehendaki dalam syariat islam, tidak</p>
<p>cukup untuk dipahami secara bahasa Sebagai contoh : kata &#8220;sholat&#8221; secara</p>
<p>bahasa kata ini bermakna &#8220;doa&#8221;, akan tetapi dalam syariat kata tersebut</p>
<p>memiliki definisi lain, sehingga kalau kita membaca ayat atau hadits yang</p>
<p>menyebutkan kata &#8220;sholat&#8221;, maka kita fahami secara istilah syariat, bukan</p>
<p>secara bahasa. Begitu juga halnya dengan istilah -istilah syariat lainnya,</p>
<p>kecuali kalau ada dalil yang menunjukkan bahwa yang dimaksud dari kata</p>
<p>&#8220;sholat&#8221; disitu adalah makna secara bahasa, bukan secara syariat.</p>
<p>Nah&#8230;sampai saat ini, kita telah banyak mengenai dan tahu berbagai istilah</p>
<p>dalam syariat, akan tetapi yang menjadi permasalahan, apakah kita sudah</p>
<p>mengenal makna istilah tersebut secara syariat, sebagaimana kita mengenal</p>
<p>definisi kata &#8220;sholat&#8221;, lengkap dengan mengenal syarat, rukun, wajibat, dan</p>
<p>sunnah-sunnahnya?. Untuk lebih jelasnya, kita kenal kata &#8220;tasyabbuh&#8221;,</p>
<p>apakah kita sudah mengetahui tentang makna kata ini dengan benar, syaratsyarat,</p>
<p>rukun-rukun, dan hukumnya ? atau kita baru tahu namanya saja ?</p>
<p>Sebagai bukti, mari kita renungkan bersama hadits berikut ini :</p>
<p>Artinya : <em>Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik, ia berkata : &#8220;Tatkala</em></p>
<p><em>Rasulullah </em>b <em>hendak menuliskan surat ke romawi, (para sahabat berkata</em></p>
<p><em>kepada beliau) : Sesungguhnya orang-orang romawi tidak mau membaca surat,</em></p>
<p><em>kecuali bila berstempel. Maka Rasulullah </em>b <em>membuat stempel dari perak&#8221;. </em>(HR</p>
<p>Bukhori dan Muslim)</p>
<p>Bukankah Rasulullah b dalam kisah ini meniru kebiasaan orang-orang</p>
<p>kafir? Bukankah ini tasyabbuh ? Ini menunjukkan bahwa tidak semua</p>
<p>perbuatan yang menyerupai orang kafir, atau ahli bid&#8217;ah diharamkan, akan</p>
<p>tetapi ada beberapa kriteria /syarat yang harus diperhatikan, diantaranya :</p>
<p>1. Perbuatan tersebut merupakan ciri khas mereka.</p>
<p>2. Perbuatan tersebut tidak mendatangkan manfaat.</p>
<p>4</p>
<p>3. Adanya niat meniru, berdasarkan hadits ( Innal a&#8217;malu binniyaati /</p>
<p>sesungguhnya setiap amalan disertai dengan niat&#8230;)</p>
<p>Sebagai contoh lain : Kita semua tahu, bahwa mobil, pesawat terbang,</p>
<p>berbagai peralatan telekomunikasi yang ada pada zaman kita ini, adalah</p>
<p>dibuat oleh orang-orang kafir, tapi kenapa tidak satu orangpun yang</p>
<p>mengharamkannya hal-hal tersebut dengan alasan tasyabbuh?</p>
<p>Yang lebih memilukan adalah nasib istilah &#8220;manhaj salaf&#8221;, betapa sering kita</p>
<p>mengaku bahwa kita bermanhaj salaf, mengikuti manhaj salaf, dan berdakwah</p>
<p>sesuai dengan manhaj salaf, tapi mari kita jujur, dan balik bertanya kepada</p>
<p>diri sendiri, apa sebenarnya yang dimaksud dengan manhaj salaf, bagaimana</p>
<p>rumusannya, permasalahan apa saja yang tergolong dalam manhaj salaf,</p>
<p>sejauh mana kita telah kenal atau menguasai atau memahami manhaj</p>
<p>salaf&#8230;dst?</p>
<p>Pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang -menurut hemat saya- sampai saat</p>
<p>ini di negri kita Indonesia, belum mendapatkan jawaban dan penjelasan yang</p>
<p>semestinya. Oleh karena itu, setiap kali kita mengenal atau mendengar sebuah</p>
<p>nama atau istilah dalam syariat ini, hendaknya kita jangan merasa puas,</p>
<p>sebelum mengenal dan memahami segala permasalahan yang berhubungan</p>
<p>dengan istilah tersebut. Dengan cara kita tanyakan kepada para `ulama atau</p>
<p>kita baca kitab-kitab yang menjelaskan istilah tersebut hingga tuntas.</p>
<p>Sebagai wujud lain dari permasalahan pertama ini:adalah sikap meremehkan</p>
<p>peranan kaedah-kaedah dan ketentuan-ketentuan yang ada dalam berbagai</p>
<p>ilmu syariat.</p>
<p>Pada akhir-akhir ini, saya mulai mendengar ungkapan-ungkapan yang</p>
<p>menyeru agar kita tidak menyibukkan diri dengan mempelajari ilmu ushul</p>
<p>fiqh, qowaid fiqhiyyah dan tidak perlu mempermasalahkan pembagian suatu</p>
<p>ibadah menjadi: rukun, syarat, wajib, dan sunnah. Mereka berkata : &#8220;Yang</p>
<p>penting bagi kita adalah mengetahui, bahwa amalan tersebut diamalkan oleh</p>
<p>Rasulullah b, maka kita amalkan, tidak perlu tahu, apakah hal tersebut</p>
<p>merupakan syarat, rukun, atau wajib, atau sunnah dalam suatu sebuah</p>
<p>ibadah.</p>
<p>Yang lebih menyedihkan lagi, bila hal ini diucapkan oleh orang yang mengaku</p>
<p>dirinya bermanhaj salafy, lebih menyedihkan lagi kalau orang tersebut adalah</p>
<p>seorang yang dipanggil ustadz, dan sangat lebih memilukan lagi bila ternyata</p>
<p>yang mengucapkan itu adalah seorang yang menyandang gelar (Lc) yang ia</p>
<p>peroleh dari Al Jami&#8217;ah Al Islamiyyah di Madinah Munawwarah.</p>
<p>Para ulama semenjak zaman dahulu kala mengatakan : Artinya : Barangsiapa</p>
<p>yang tidak memperoleh hal-hal yangh prinsip, maka dia tidak akan mencapai</p>
<p>ilmu.</p>
<p>Pada kesempatan ini, saya ingin bertanya kepada orang-orang yang</p>
<p>mengatakan ungkapan ini : &#8220;Ulama manakah, dan siapakah namanya, yang</p>
<p>berhasil menjadi ulma&#8217;, tanpa mempelajari ilmu-ilmu tersebut?&#8221;</p>
<p>5</p>
<p>Pada mulanya, saya merasa keheranan mendengar ungkapan ini, tapi setelah</p>
<p>saya pikirkan, kemudian saya cocokkan dengan keadaan orang-orang</p>
<p>tersebut, rasa heran saya menjadi sirna, hal ini dikarenakan saya</p>
<p>berkesimpulan, bahwa orang-orang tersebut, rasa heran saya menjadi sirna,</p>
<p>hal ini dikarenakan saya berkesimpulan, bahwa orang-orang tersebut hanya</p>
<p>ingin menutupi ketidak pahamannya tentang ilmu-ilmu tersebut.</p>
<p>Untuk sedikit memberikan gambaran akan pentingnya mengetahui ilmu-ilmu</p>
<p>tersebut, dan pembagian suatu ibadah menjadi syarat, rukun, wajib, dan</p>
<p>sunnah, berikut ini akan saya jelaskan satu hal yang tidak asing bagi kita</p>
<p>semua.</p>
<p>Ahlis sunnah wal jama&#8217;ah telah sepakat dalam mendefinisikan &#8220;iman&#8221;, bahwa</p>
<p>iman adalah keyakinan hati, ucapan lisan dan amalan dengan anggota badan.</p>
<p>Dan merekapun telah sepakat, bahwa barangsiapa yang mengingkari sesuatu</p>
<p>yang telah disepakati oleh kaum muslimin dari urusan agama, apabila ilmu</p>
<p>tentang hal tersebut telah menyebar, seperti halnya wajibnya sholat lima</p>
<p>waktu, puasa bulan ramadlan, mandi janabah, dll, maka dihukumitelah kafir,</p>
<p>keluar dari agama islam, walaupun ia masih tetap menjalankan sholat, puasa,</p>
<p>mandi janabah dll.</p>
<p>Imam An Nawawi berkata : &#8220;Adapun pada saat ini, sungguh agama Islam telah</p>
<p>menyebar, dan telah merata dikalangan kaum muslimin ilmu tentang</p>
<p>kewajiban membayar zakat, sehingga diketahui oleh setiap orang khusus dan</p>
<p>orang awam, ulama dan orang bodohpun sama-sama mengetahuinya, maka</p>
<p>tidak diberikan uzur bagi siapapun, karena sebuah alasan yang ia pegangi,</p>
<p>untuk mengingkari kewajiban zakat. Begitu juga halnya dengan orang yang</p>
<p>mengingkari sesuatu yang telah disepakati oleh kaum muslimin dari urusan</p>
<p>agama, apabila ilmu tentang hal tersebut telah menyebar, seperti halnya sholat</p>
<p>lima waktu, puasa bulan ramadlan, mandi janabah, haramnya zina, khomer,</p>
<p>menikahi mahram. Dan hukum-hukum yang serup, kecuali orang yang baru</p>
<p>masuk Islam, dan tidak mengetahui norma-norma agama islam, maka bila</p>
<p>orang seperti ini mengingkari salah satu dari hal-hal tersebut, karena</p>
<p>kebodohannya tentang hal tersebut, ia tidak kafir.&#8221; ( Syarah Shohih Muslim</p>
<p>1/250 )</p>
<p>Ibnu Taimiyyah berkata : &#8220;Sesungguhnya beriman dengan wajibnya kewajiban</p>
<p>kewajiban yang telah jelas dan diketahui oleh setiap orang, dan</p>
<p>diharamkannya hal-hal yang diharamkan yang telah jelas dan diketahui oleh</p>
<p>setiap orang adalah salah satu prinsip keimanan yang paling agung dan salah</p>
<p>satu dari kaedah-kaedah agama Islam, dan orang yang mengingkarinya telah</p>
<p>disepakati akan kekafirannya&#8221;. (Majmu&#8217; Fatawa 12/496).</p>
<p>Oleh karena itu, orang yang menjalankan sholat-misalnya-, dengan sempurna,</p>
<p>akan tetapi ia tidak menyakini bahwa takbiratul ihram adalah rukun, maka</p>
<p>sholatnya tidak syah, walaupun ia tetap bertakbiratul ihram. Dan barangsiapa</p>
<p>yang tidak meyakini wajibnya berwudhu sebelum sahalat, maka sholatnya</p>
<p>tidak syah, walaupun ia telah berwudhu sebelumsholat. Inilah salah satu</p>
<p>wujud nyata dari definisi iman menurut Ahlis Sunnah Wal Jama&#8217;ah. Untuk</p>
<p>lebih jelas lagi. ilahkan baca buku-buku fiqih yang yang menjelaskan syaratsyarat,</p>
<p>rukun-rukun, dan wajib-wajib sholat.</p>
<p>6</p>
<p>Sikap tidak jujur terhadap diri sendiri</p>
<p>Rasulullah b bersabda : Artinya <em>: Tidaklah salah seorang dari kalian</em></p>
<p><em>dikatakan telah beriman, sehingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia</em></p>
<p><em>cintai untuk dirinya sendiri. </em>(HR. Bukhori dan Muslim)</p>
<p>Hadits ini merupakan barometer keimanan setiap muslim, dan merupakan</p>
<p>pedoman dan prinsip yang seharusnya dipegangi oleh setiap muslim dalam</p>
<p>bergaul dan bermasyarakat, yaitu : sebelum kita mengucapkan perkataan atau</p>
<p>bersilap kepada saudara kita, hendaknya kita selalu bertanya kepada hati</p>
<p>nurani kita sendiri &#8220;apakah saya suka bila diperlakukan dengan perlakuan</p>
<p>yang akan saya lakukan ini?&#8221;</p>
<p>Bila jawabannya adalah &#8220;Ya, saya suka&#8221;, maka silahkan untuk dilakukan, dan</p>
<p>bila ternyata jawabannya adalah &#8220;Tidak&#8221;, maka jangan lakukan hal tersebut.</p>
<p>Betapa indahnya pedoman dan prinsip yang beliau ajarkan kepada ummatnya.</p>
<p>Seandainya para da&#8217;i, dan ustadz yang ada di negri kita, -terutama mereka</p>
<p>yang mengaku bermanhaj salaf-mengamalkan prinsip ini, saya yakin, banyak</p>
<p>permasalahan yang akan hilang dan sirna dengan sendirinya.</p>
<p>Akan tetapi kenyataan yang ada sangatlah jauh dari apa yang diharapkan.</p>
<p>Sebagai contoh : Yayasan &#8220;AL HARAMAIN&#8221; yang ada dikota Riyadh, dalam</p>
<p>beberapa periode memberikan sumbangan kepada setiap mahasiswa yang</p>
<p>lulus dari Al Jami&#8217;ah Al Islamiyyah di Madinah -tanpa terkecuali-, sumbangan</p>
<p>berupa uang. Dan hal ini berjalan beberapa tahun silam, dimulai pada</p>
<p>kelulusan periode 1420-1421, dan beberapa periode selanjutnya. Besarnya</p>
<p>sumbangan tersebut dari tahun ke tahun, berbeda-beda, kadang 1000 reyal,</p>
<p>dan kadang 500 reyal.</p>
<p>Nah&#8230;Sekarang saya yakin, para pembaca pasti langsung bertanya, dan</p>
<p>berkata, kalo demikian&#8230; alumni jami&#8217;ah yang sekarang sudah malang</p>
<p>melintang berdakwah, menyerukan kepada manhaj salaf, dan mentahdzir</p>
<p>setiap orang yang ada hubungan dengan Yayasan Al Haramain, juga menerima</p>
<p>sumbangan tersebut ???!!</p>
<p>Maka jawaban pertanyaan ini -dan saya tahu sendiri- adalah : &#8220;Ya, mereka</p>
<p>menerima itu semua dengan kedua tangan terbuka, dan tanpa sedikit ada</p>
<p>keragu-raguan&#8221;.</p>
<p>Pada beberapa tahun silam, ada dua orang alumni jami&#8217;ah -yang sekarang ini</p>
<p>dengan lantang mentahdzir setiap orang yang menerima sumbangan dari</p>
<p>Yayasan Al Haramain- setelah menerima sumbangan sebesar: 1.000,- Reyal,</p>
<p>mereka ditanya oleh salah seorang kawan : Kenapa kok mau menerima</p>
<p>sumbangan tersebut, bukankah itu dari Al Haramain?, keduanya dengan</p>
<p>sangat lugu berkata : &#8220;Lho&#8230;kami tidak tahu kalo itu dari Al Haramain&#8221;.</p>
<p>Tentu kita tidak akan begitu mudah percaya, karena sumbangan macam ini</p>
<p>sudah berjalan beberapa periode sebelumnya.</p>
<p>7</p>
<p>Dan yang mengherankan pula, setelah keduanya tahu, bahwa sumbangan itu</p>
<p>berasal dari Al Haramain, keduanya tetap dengan erat-erat mengantongi</p>
<p>sumbangan tersebut, dengan harapan jangan sampai ada satu reyal-pun yang</p>
<p>jatuh dari sakunya.</p>
<p>Contoh lain : Pada 9 tahun silam, mahasiswa salafiyyin Indonesia di Al</p>
<p>Jami&#8217;ah Al Islamiyyah , mengukirkan sebuah sejarah baru dalam hal</p>
<p>pengiriman kitab ke negara mereka Indonesia, yaitu dengan dikirimkan secara</p>
<p>kolektif dengan menggunakan kontainer ini adalah awal pengiriman kitab</p>
<p>dengan cara ini di Al Jami&#8217;ah Al Islamiyyah ). Pengiriman tersebut didanai oleh</p>
<p>Yayasan IHYA `UT TUROTS yang bermarkaskan di negara Kuwait.</p>
<p>Pada kesempatan ini saya ingin bertanya kepada para alumni Al Jami&#8217;ah Al</p>
<p>Islamiyyah yang telah malang melintang di medan dakwah, dan mentahdzir</p>
<p>setiap orang yang ada hubungan dengan Yayasan Al Haramain dan Yayasan</p>
<p>Ihya `ut Turots : &#8220;Kenapa, masing-masing antum tidak mentahdzir diri antum;</p>
<p>karena telah menerima sumbangan dari Al Haramain dan Ihya&#8217;ut Turots ??</p>
<p>Apakah Al Haramain &amp; Ihya&#8217; at Turots menjadi yayasan salafy, bila yang</p>
<p>menerima sumbangan adalah antum sendiri, dan menjadi yayasan kholafy /</p>
<p>surury, bila yang menerima adalah anak-anak yatim, atau orang selain</p>
<p>antum??!. Ataukah barometer salafy antum yang berwarna-warni?&#8221;</p>
<p>Contoh lain : Tatkala hangat permasalahan jihad di pulau Maluku, ada salah</p>
<p>seorang ustadz besar yang memberanikan diri melayangkan surat untuk</p>
<p>bertanya akan hukum hal ini kepada Syekh Muhammad bin Sholeh Al</p>
<p>Utsaimin <em>rahimahullah</em>, dan tatkala jawaban beliau tidak sesuai dengan apa</p>
<p>yang diharapkan, maka fatwa syekh tersebut, lenyap entah kemana&#8230;., Saya</p>
<p>tidak tahu, apakah fatwa tersebut telah ditelan bumi, atau ditelan ambisi.</p>
<p>Oleh karena itu -menurut hemat saya- menumbuhkan rasa malu pada diri</p>
<p>sendiri adalah penting perannya dalam kehidupan seorang muslim.</p>
<p><em>Diriwayatkan dari sahabat An Nawwas bin Sam&#8217;an, beliau berkata: Aku pernah</em></p>
<p><em>bertanya kepada Rasulullah </em>b <em>tentang Al Bir (perbuatan baik) dan Al Itsm</em></p>
<p><em>(perbuatan dosa), maka beliau bersabda:&#8221;Al Birru adalah akhlaq / budi pekerti</em></p>
<p><em>yang baik, dan Al Itsmu adalah segala yang engkau merasakan adanya</em></p>
<p><em>kejanggalan dan keragu-raguan dalam dadamu (hatimu), dan engkau merasa</em></p>
<p><em>tidak suka bila diketahui oleh orang lain. </em>(HR. Muslim)</p>
<p><strong>Kedudukan uang transportasi bagi seorang da&#8217;i</strong></p>
<p>Pada permasalahan ini, kita dihadapkan kepada sebuah tradisi dan budaya</p>
<p>yang bersenggolan dengan prinsip paling besar dalam agama Islam, yaitu</p>
<p>keikhlasan dalam setiap aktifitas kita, prinsip hanya mengharapkan balasan</p>
<p>bagi segala amalan kita hanya darri Allah Ta&#8217;ala. Pada kesempatan ini, saya</p>
<p>tidak ingin membahas tentang kewajiban ikhlas; karena hal itu sudah</p>
<p>diketahui bersama. Yang ingin saya serukan dalam kesempatan ini, adalah</p>
<p>ajakan kepada seluruh du&#8217;at dan asatidzah, agar mengkaji ulang hukum</p>
<p>kebiasaan yang berlaku ditengah-tengah kita, yaitu kebiasaan menerima uang</p>
<p>transportasi.</p>
<p>8</p>
<p>Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang hukumnya, mari kita koreksi,</p>
<p>apakah uang transportasi yang kita terima, setelah kita memberikan</p>
<p>pengajian/ceramah/dauroh dll, benar-benar uang transportasi? Ataukah uang</p>
<p>transportasi? Ataukah uang transportasi yang telah digelembungkan berlipat</p>
<p>ganda, dan menurut yang saya ketahui- alternatif inilah yang terjadi,</p>
<p>transportasi inilah yang terjadi, transportasi pulang pergi yang seharusnya</p>
<p>hanya misalnya Rp. 50.000,- akan tetapi amplop yang diterima berisikanminimal</p>
<p>Rp. 100.000,-</p>
<p>Hal kedua yang harus kita kaji ulang adalah hukum menerima uang tersebut,</p>
<p>sebab para ulama&#8217; semenjak dahulu kala sudah berbeda pendapat dalam</p>
<p>menghukumi hal ini, ada yang menghalalkan, dan ada yang memakruhkan,</p>
<p>dan ada yang mengharamkannya, dan pendapat ketiga inilah yang dirajihkan</p>
<p>(dikuatkan) oleh Syekh Muhammad Nashirddin Al Albani <em>rahimahullah</em>.</p>
<p>Sebagai contoh dari kisah-kisah yang sampai kepada saya: Ada beberapa</p>
<p>ustadz yang Alhamdulillah telah berhasil mendirikan Pondok Pesantren, dan</p>
<p>Alhamdulillah pula telah memiliki santri yang cukup banyak, lebih</p>
<p>mementingkan untuk memenuhi undangan pengajian diluar pesantren</p>
<p>terlebih-lebih undangan dari luar kota dibandingkan mengajar di pesantren</p>
<p>yang telah ia dirikan, akibatnya santri pesantrennya sering tidak mendapatkan</p>
<p>pengajaran. Bahkan seringkali, Ustadz tersebut, bila sudah keluar kota untuk</p>
<p>berdakwah, tidaklah kembali ke pesantrenya, kecuali bila sudah kecapekan,</p>
<p>dan sudah mulai merasakan gejala akan jatuh sakit.</p>
<p>Apakah ustadz yang bertindak seperti ini, tidak ingat, bahwa kewajiban</p>
<p>mengajar dipesantrennya lebih besar dibanding berdakwah di luar kota?</p>
<p>Bukankah para santri telah walaupun sedikit membayar SPP, sehingga telah</p>
<p>menjadi hak mereka untuk menerima pengajaran yang telah dicanangkan oleh</p>
<p>pesantren?</p>
<p>Lalu, apakah yang memotivasi ustadz tersebut untuk keluar kota? Bukankah</p>
<p>keluar kota lebih melelahkan? Membutuhkan transportasi? Bukankah</p>
<p>kewajiban berdakwah bisa dilaksanakan tanpa itu semua? Yaitu mengajar di</p>
<p>pesantren yang telah ia dirikan, dan berdakwah dimasyarakat sekitar lokasi</p>
<p>pesantren?</p>
<p>Diantara kisah yang sampai kepada saya : Bahwa daerah-daerah yang</p>
<p>masyakatnya (orang-orang yang telah kenal dan mengikuti kajian salaf)</p>
<p>berperekonomian / berpenghasilan rendah / tidak memiliki donatur yang</p>
<p>kuat, kesusahan untuk mendatangkan ustadz yang siap mengisi pengajian di</p>
<p>tempat-tempat tersebut, terlebih-lebih pengajian rutin.</p>
<p>Diantara kisah yang pernah saya dengar : Ada seorang Ustadz (A) bermusuhan</p>
<p>dengan Ustadz (B), si (A) telah mentahdzir si (B), dengan berbagai alasan. Pada</p>
<p>suatu saat, ada salah seorang murid Ustadz (A) dikarenakan beberapa hal</p>
<p>menghadiri pengajian Ustadz (B) dan enggan menghadiri pengajian Ustadz (A),</p>
<p>maka Ustadz (A) berang seakan sedang kebakaran kumis, lalu mengatakan</p>
<p>bahwa Ustadz (B) telah mencuri muridnya.. Usut punya usut, ternyata</p>
<p>dahulunya anak murid tersebut biasanya selalu memberikan sumbangan</p>
<p>kepada Ustadz (A), dan setelah menghadiri pengajian Ustadz (B), ia tidak lagi</p>
<p>mengucurkan sumbangan tersebut.</p>
<p>9</p>
<p><strong>Pemahaman dan sikap warisan dari berbagai firqoh-firqoh (aliran-aliran)</strong></p>
<p><strong>yang bersebrangan dengan Ahlus Sunnah Wal Jama&#8217;ah</strong></p>
<p>Tidak mungkin kita pungkiri, bahwa banyak dari kita, sebelum mengenal</p>
<p>dakwah salaf, manhaj salaf, mengikuti berbagai firqoh-firqoh yang memiliki</p>
<p>manhaj yang bersebrangan dengan manhaj salaf. Ada dari kita yang</p>
<p>dahulunya seorang ikhwani, dan ada juga yang tablighi, dan ada pula yang</p>
<p>sufi, dan ada pula yang takfiri (hizbut tahrir), dan ada pula yang mu&#8217;tazili dll.</p>
<p>Hal ini adalah kenyataan yang tidak boleh kita lupakan, sebab selain agar kita</p>
<p>bisa selalu bersyukur kepada Allah Ta&#8217;ala, yang telah memberi hidayah kepada</p>
<p>kita, sehingga kenal dengan manhaj salaf, juga agar kita selalu berhati-hati,</p>
<p>dan selalu mengoreksi setiap pemahaman dan sikap kita, jangan sampai</p>
<p>pemahaman dan sikap kita yang sekarang ini, masih terpengaruh dengan</p>
<p>pemahaman dan kebiasaan kita semasa bergabung dengan firqoh-firqoh</p>
<p>tersebut.</p>
<p>Diantara manfaat kita mengingat kenyataan ini, kita akan bisa lebih sabar dan</p>
<p>bersikap lembut kepada orang yang memiliki kesalahan, karena kita akan</p>
<p>selalu berkata kepada diri sendiri, bahwa dahulu -karena kebodohan- saya</p>
<p>juga telah berbuat kesalahan. Sehingga kita akan merasa iba, dan kasihan</p>
<p>terhadap orang tersebut, akibatnya, kita akan lebih gigih untuk menjalankan</p>
<p>segala daya dan upaya agar orang tersebut bisa mendapatkan hidayah,</p>
<p>sebagaimana kita telah mendapatkan hidayah.</p>
<p>Marilah kita renungkan bersama ayat berikut :</p>
<p><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, apabila engkau pergi (berperang) di jalan Allah,</em></p>
<p><em>maka telitilah, dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang</em></p>
<p><em>mengucapkan &#8220;salam&#8221; kpdmu : &#8220;Kamu bukan seorang mu&#8217;min&#8221; (lalu kamu</em></p>
<p><em>membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia,</em></p>
<p><em>karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitulah keadaan kamu dahulu,</em></p>
<p><em>lalu Allah menganugerahkan ni&#8217;mat-Nya atas kamu, maka telitilah.</em></p>
<p><em>Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan&#8221; </em>( QS. An Nisaa&#8217;</p>
<p>: 94 )</p>
<p>Pada ayat ini Allah melarang orang-orang Muhajirin -ketika dalam keadaan</p>
<p>peperangan- dari mengatakan kepada seorang musuh yang menampakkan</p>
<p>keislaman dengan cara mengucapkan salam kepada kaum muslimin, :</p>
<p>&#8220;Engkau bukanlah seoarang muslim, engkau mengucapkan salam hanya</p>
<p>sekedar takut dibunuh&#8221; lalu dibunuh, karena sangat dimungkinkan bahwa</p>
<p>orang tersebut adalah orang yang benar-benar telah masuk Islam, akan tetapi</p>
<p>takut untuk menampakkan keislamannya. Kemudian Allah mengingatkan</p>
<p>orang-orang Muhajirin akan keadaan mereka sebelum berhijrah, dimana</p>
<p>didapatkan dari mereka banyak orang yang telah masuk Islam, akan tetapi</p>
<p>takut untuk menampakkan keislamannya.</p>
<p>Nah&#8230;pada kesempatan ini, saya mengingatkan para da&#8217;i, dan ustadz,</p>
<p>bahwasannya dahulu kita seperti mereka, berbuat kesalahan, salah</p>
<p>pemahaman, dan rusak aqidahnya, kenapa kita tidak bersabar dan lebih</p>
<p>lembut mensikapi saudara kita yang memiliki kesalahan, terlebih-lebih bila</p>
<p>terlihat darinya ketulusan dan keseriusan dalam mencari kebenaran.</p>
<p>10</p>
<p><strong>Ketidakmampuan kita untuk menjelaskan kebenaran dan mematahkan</strong></p>
<p><strong>argumentasi lawan</strong></p>
<p>Allah Ta&#8217;ala telah memberikan setiap manusia akal dan pikiran, masingmasing</p>
<p>kita memiliki kemampuan akal dan pikiran yang berbeda-beda, ini</p>
<p>adalah sebuah fakta yang kita rasakan bersama, dan harus selalu kita ingat,</p>
<p>tatkala kita berbicara dengan orang lain.</p>
<p>Ada orang yang memiliki pemahaman kuat, shg dengan mendengarkan sedikit</p>
<p>penjelasan, ia langsung paham dan melaksanakan hal tersebut. Akan tetapi,</p>
<p>ada orang yang memerlukan penjelasan dua, tiga, atau empat kali, baru akan</p>
<p>bisa memahami apa yang kita inhginkan. Bahkan ada orang yang tidak bisa</p>
<p>memahami penjelasan kita sama sekali, walaupun sudah berpuluh-puluh kali,</p>
<p>akan tetapi, bila ia mendengarkan penjelasan dari orang lain, dengan cara lain,</p>
<p>ia bisa memahami, kemudian mengamalkan apa yang kita maksudkan.</p>
<p>Selain itu, sebagaimana kita tidak akan menerima pendapat orang lain, kecuali</p>
<p>setelah terjawab berbagai pertanyaan yang ada di dalam akal pikiran, maka</p>
<p>begitu pulalah orang lain, tidak akan menerima pendapat kita, sampai seluruh</p>
<p>pertanyaan dan berbagai alasan yang ada di akal pikirannya terjawab dengan</p>
<p>tuntas.</p>
<p>Hal ini sering kita lalaikan, sehingga kita relatif memaksakan pendapat, tanpa</p>
<p>memperdulikan pendapat dan alasan kita.</p>
<p>Seringkali ketika kita beradu argumentasi, kita melupakan akan hal ini,</p>
<p>sehingga tatkala orang lain tidak atau blm bisa menerima pendapat kita</p>
<p>maka&#8230;mulailah kumis kita terbakar sedikit demi sedikit, dan akhirnya</p>
<p>berkobarlah api amarah, dan terlontarlah berbagai klaim, dimulai dari</p>
<p>klaim:&#8221;Keras kepala, aqlani, menolak hadits,&#8230;hingga vonis mubtadi&#8217;&#8221;.</p>
<p>Sebagai contoh : Sering kali kita mendengar ada ustadz yang mentahdzir</p>
<p>ustadz lain, dengan alasan, bahwa ustadz tersebut telah dinasehati, dan</p>
<p>tatkala diusut, ternyata yang terjadi hanyalah sebuah perdebatan yang belum</p>
<p>tuntas, kedua belah pihak tidak mampu untuk menjelaskan pendapatnya</p>
<p>dengan gamblang, dan tidak mampu menjawab argumentasi lawan dengan</p>
<p>gamblang pula. Atau hanya sekedar dikirimi kaset, atau buku, yang mungkin</p>
<p>saja belum sempat didengar atau dibaca, dan kalaupun sudah didengar dan</p>
<p>dibaca, belum tentu ustadz tersebut memahaminya dengan baik.</p>
<p>Oleh karena itu, saya mengajak para da&#8217;i, dan asatidzah untuk lebih banyak</p>
<p>belajar cara-cara berkomunikasi dengan orang lain, dan cara-cara</p>
<p>berargumentasi dan menjawab argumentasi lawan, yaitu dengan cara</p>
<p>11</p>
<p>mempelajari ilmu ushulul fiqh, mustholah hadits, qowaid fiqhiyyah dan</p>
<p>banyak-banyak membaca kisah perdebatan para ulama ahlis sunnah dengan</p>
<p>ahlul bid&#8217;ah.</p>
<p><strong>Sikap kaku dan beku dalam menerapkan fatwa dan penjelasan para ulama</strong></p>
<p>Sebagaimana telah kita ketahui bersama, bahwa Al Qur&#8217;an dan As Sunnah</p>
<p>tidak mungkin bisa dipahami dan kemudian diamalkan, kecuali dengan</p>
<p>perantara penjelasan dan penafsiran para ulama&#8217;. Merekalah yang yang</p>
<p>mampu menghukumi setiap kejadian dan permasalahan sesuai dengan yang</p>
<p>telah digariskan dalam Al Quran dan As Sunnah.</p>
<p>Oleh karena itu, seorang ulama membutuhkan kepada dua jenis pemahaman,</p>
<p>agar fatwa dan hukum yang ia berikan benar-benar sesuai dengan Al Quran</p>
<p>dan As Sunnah, yaitu :</p>
<p>1. Pemahaman yang benar terhadap Al Quran dan As Sunnah, sesuai</p>
<p>dengan pemahaman salafush sholih.</p>
<p>2. Pemahaman yang benar dan sempurna terhadap kasus dan</p>
<p>permasalahan yang hendak ia hukumi</p>
<p>Bila seorang ulama telah memiliki kedua jenis pemahaman tersebut, maka</p>
<p>Insya Allah fatwa dan hukum yang ia berikan akan benar, akan tetapi, bila</p>
<p>salah satu dari keduanya tidak ia miliki, atau terjadi kesalahpahaman</p>
<p>padanya, niscaya ia tidak akan bisa berfatwa dengan baik dan benar.</p>
<p>Ibnul Qoyyim pernah menggambarkan bahayanya seorang yang tidak memiliki</p>
<p>pemahaman jenis kedua, sehingga ia hanya kaku dan beku dengan apa yang</p>
<p>pernah ia dapatkan dalam kitab semata, beliau gambarkan kerusakan yang</p>
<p>akan ditimbulkan oleh orang semacam ini, bagaikan seorang yang tidak</p>
<p>paham ilmu kedokteran, kemudian mengaku-aku menjadi seorang dokter.</p>
<p>Sehingga jatuhlah korban karenanya. Bahkan menurut beliau, bahaya seorang</p>
<p>yang beku dan kaku dengan apa yang ia dapatkan di kitab, tanpa paham</p>
<p>terhadap realita yang ada pada zamannya., adalah lebih besar dibanding</p>
<p>dokter gadungan tersebut, karena kesalahan yang ia timbulkan ada</p>
<p>hubungannya dengan nasib manusia di akhirat.</p>
<p>Pada kesempatan kali ini, saya juga ingin mengingatkan kepada para da&#8217;i, dan</p>
<p>asatidzah, agar extra hati-hati bila hendak menerapkan sebuah fatwa atau</p>
<p>sebuah hukum, tolong dipikirkan masak-masak, apakah keadaan masyarakat</p>
<p>kita sesuai dan sudah sepantasnya untuk diterapkan fatwa tersebut ?</p>
<p>12</p>
<p>Sebagai contoh nyata, Ada dari kalangan ulama&#8217; salaf yang menegaskan:</p>
<p>bahwa lebih baik bertetangga dengan kena kera dan babi, dibanding</p>
<p>bertetangga atau duduk dengan dengan ahlul bid&#8217;ah. Seharusnya sebelum</p>
<p>kita menerapkan hal ini, kita harus pikirkan, apakah masyarakat kita sama</p>
<p>dengan masyarakat ulama tersebut, masyarakat yang mayoritasnya</p>
<p>memahami manhaj salaf?</p>
<p>Contoh lain : Para ulama telah sepakat, bahwa : Barangsiapa yang</p>
<p>menyatakan Al quran adalah makhluk, maka ia kafir. Nah&#8230;apakah setiap</p>
<p>orang yang kita temui dan ternyata mengatakan perkataan tersebut, langsung</p>
<p>kita hukumi sebagai orang kafir??</p>
<p>Imam Ahmad, beliau langsung menghadapi fitnah tentang hal ini, tatkala</p>
<p>mengetahui bahwa Al Makmun (kholifah pada masa beliau) telah mengatakan</p>
<p>bahwa Al Quran adalah makhluq, bahkan sampai memaksa orang-orang yang</p>
<p>ada pada zamannya untuk mengatakan perkataan ini, akan tetapi Imam</p>
<p>Ahmad tidak mengkafirkannya. Yang lebih mengherankan lagi Imam Ahmad</p>
<p>malah berkata : &#8220;Seandainya aku mengetahui bahwa aku memiliki do&#8217;a yang</p>
<p>mustajabah (dikabulkan), pasti akan aku gunakan untuk mendoakan</p>
<p>pemimpin kaum muslilmin (kholifah)&#8221;.</p>
<p>Contoh lain : Beberapa bulan yang lalu, Syekh Muhammad bin Hadi Al</p>
<p>Madkholi, berkenan untuk memberikan tausiyyah (ceramah) via telpon kepada</p>
<p>asatidzah di Indonesia. Pada hari dan waktu yang telah disepakati, beliau</p>
<p>menyampaikan tausiyyahnya, dan setelah selesai, maka beliau</p>
<p>memperkenankan untuk dibacakan beberapa pertanyaan yang sebelumnya</p>
<p>telah mereka siapkan. Diantara pertanyaan yang dibacakan adalah</p>
<p>berhubungan dengan hukum mengajar ditempat ahlil bid&#8217;ah, maka beliau</p>
<p>berfatwa : &#8220;Tidak boleh mengajar ditempat ahlil bid&#8217;ah&#8221;, tentunya dengan</p>
<p>berbagai alasan dan dalil yang beliau utarakan.</p>
<p>Setelah acara tersebut selesai, fatwa tersebut langsung diterapkan oleh</p>
<p>beberapa gelintir ustadz, yaitu dengan menunjukkan kepada salah seorang</p>
<p>ustadz yang mengajar di pesantren As Salam Solo-Jateng, dan tatkala ustadz</p>
<p>tersebut tidak menuruti apa yang mereka inginkan, mulailah mereka</p>
<p>mengeluarkan senjata pemungkas, yaitu tahdzir dan hajr, bahkan bukan</p>
<p>hanya itu saja, ustadz tersebut juga diwajibkan untuk membubarkan TK dan</p>
<p>SDIT yang ia bina, dengan alasan yang sangat tidak ilmiyyah.</p>
<p>Tatkala saya berjumpa dengan Syekh Muhammad bin Hadi Al Madkholi, dan</p>
<p>saya sampaikan perilaku mereka, beliau langsung murka, dan mengatakan :</p>
<p>bahwa penjelasan saya tersebut, adalah hukum yang bersifat umum, tidak</p>
<p>boleh langsung diterapkan kepada setiap orang. Karena menerapkan hukum</p>
<p>kepada orang-orang tertentu, memiliki tahapan dan tatacara tersendiri.</p>
<p>Terlebih dari itu semua, kita harus mempertimbangkan maslahat dan</p>
<p>mafsadah yang akan terjadi dari sikap kita kepada ustadz tersebut.</p>
<p>13</p>
<p>Apalagi, setelah beliau mendengar perpecahan antar asatidzah yang terjadi</p>
<p>akhir-akhir ini, beliau semakin murka, dan berkata : Semoga Allah tidak</p>
<p>memasrahkan tugas dakwah ini kepada orang-orang semacam mereka.</p>
<p>Sikap ini -sebagaimana kita ketahui bersama- telah menjadi kebiasaan, bila</p>
<p>ada salah seorang ustadz yang tidak suka dengan ustadz lain, maka ustadz</p>
<p>pertama tadi akan mencari dukungan untuk menghantam ustadz kedua</p>
<p>tersebut, yaitu dengan cara menelpon salah seorang syekh, kemudian</p>
<p>ditanyakan kepadanya hukum suatu permasalahan, sehingga syekh tersebut</p>
<p>memberikan jawaban yang bersifat umum (muthlaq), sebagaimana terjadi pada</p>
<p>kisah yang lalu. Dan setelah ia mendapatkan jawaban yang ia inginkan, ia</p>
<p>langsung menjadikannya sebagai senjata untuk menyerang ustadz yang tidak</p>
<p>ia sukai, dan demikianlah selanjutnya.</p>
<p>Oleh karena itu para ulama telah meletakkan sebuah qaidah yang</p>
<p>berhubungan dengan hal penerapan hukum pada orang tertentu, atau kasus</p>
<p>tertentu, yaitu &#8220;Tidak dipungkiri terjadinya perubahan hukum syar&#8217;i, sesuai</p>
<p>dengan perubahan adat atau keadaan pada orang tersebut&#8221;.</p>
<p>Oleh karena itu, marilah kita benar-benar mencontoh ulama salaf dalam</p>
<p>berilmu, berfatwa, dan berperilaku, dan jangan sampai kita besar kepala, bak</p>
<p>katak dalam tempurung.</p>
<p>Inilah keenam permasalahan yang menurut pendapat saya, telah</p>
<p>menimbulkan berbagai fitnah dinegri kita. Dan akhir tulisan ini, <strong>saya ingin</strong></p>
<p><strong>menekankan, bahwa tulisan ini hanya sebatas pandangan saya, </strong>sehingga</p>
<p>saya siap untuk menerima kritikan atau sangkalan yang disertai dengan</p>
<p>alasan serta dalil, bahkan saya sangat mmengharapkan kritikan dan saran</p>
<p>dari kawan-kawan demi tercapainya kebenaran dan kemaslahatan dakwah</p>
<p>dinegri kita.</p>
<p><strong>SELESAI</strong></p>
<p><strong>Ditulis ulang dari sebuah makalah 11 lembar yang berjudul &#8220;Bahtera Dakwah</strong></p>
<p><strong>Salafiyah di Lautan Indonesia&#8221; yang disusun oleh Al Akh Muhammad Arifun Badri, Lc,</strong></p>
<p><strong>MA ( Madinah ,08 Sya&#8217;ban 1424 H / 04 Okt 2003) dan disebarkan oleh &#8220;Tasjilat dan</strong></p>
<p><strong>Maktabah Ibnu Taimiyah&#8221; Jl. Kresna No. 24, Pulosari Rt. 02 / Rw. 04 Kelurahan</strong></p>
<p><strong>Gayam, Kec/Kab. Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah, Indonesia</strong></p>
<p>14</p>
<p>Sebuah Tanggapan :</p>
<p>Bisa sebagai bahan perenungan penulis “Bahtera Dakwah Salafiyyah di Lautan</p>
<p>Indonesia”</p>
<p><em>MUTIARA NASEHAT SYAIKH ALBANY TERHADAP THOLABUL &#8216;ILM</em></p>
<p><em>&#8220;Aku nasehatkan untuk saya pribadi khususnya dan untuk saudara</em></p>
<p><em>saudaraku kaum muslimin pada umumnya agar bertaqwa kepada Allah.</em></p>
<p><em>Diantara bagian-bagian taqwa yang akan aku nasehatkan adalah :</em></p>
<p><em>Pertama, Hendaklah kalian menuntut ilmu syar&#8217;i dengan ikhlash karena Allah,</em></p>
<p><em>janganlah ada tujuan-tujuan yang lain seperti mengharapkan sesuatu balasan,</em></p>
<p><em>ucapan terima kasih atau senang tampil di muka umum.</em></p>
<p><em>Kedua, diantara penyakit yang menimpa para penuntut ilmu syar&#8217;i adalah ujub</em></p>
<p><em>dan lupa daratan, dia merasa sudah memiliki ilmu cukup sehingga berani</em></p>
<p><em>berpendapat sendiri tanpa mengambil bantuan dan penjelasan ulama&#8217; salaf.</em></p>
<p><em>Sebagaimana mereka tidak bersyukur kepada Allah yang telah memberikan</em></p>
<p><em>taufiq kepada mereka, berupa ilmu yang benar dan adab-adabnya, bahkan</em></p>
<p><em>mereka tertipu dengan diri mereka sendiri dan mereka menyangka bahwa</em></p>
<p><em>mereka telah memiliki kemapanan ilmu sehingga muncul dari mereka pendapatpendapat</em></p>
<p><em>yang mengguncangkan, tidak dilandasi dengan pemahaman yang</em></p>
<p><em>benar berlandaskan al-Kitab dan as-Sunnah.</em></p>
<p><em>Maka nampaklah pendapat-pendapat ini dari pemikiran-pemikiran yang tidak</em></p>
<p><em>matang, mereka menyangka bahwa fatwa-fatwa tersebut adalah ilmu yang</em></p>
<p><em>diambil dari al-Kitab dan as-Sunnah. Maka, mereka sesat dengan pemikiranpemikiran</em></p>
<p><em>tersebut dan menyesatkan banyak manusia, dan kalian mengetahui</em></p>
<p><em>semuanya diantara dampak negatif dari fenomena tadi adalah munculnya</em></p>
<p><em>kelompok-kelompok di sebagian negeri islam mengkafirkan kelompok-kelompok</em></p>
<p><em>lainnya dengan alasan-alasan yang dibuat-buat, tidak bisa kami kemukakan</em></p>
<p><em>dalam kesempatan yang singkat ini, karena pertemuan kami ini sekarang</em></p>
<p><em>khusus sedang memberikan peringatan dan nasehat kepada para penuntut ilmu</em></p>
<p><em>dan juru da&#8217;wah, oleh karena itu saya nasehatkan saudara-saudara kami dari</em></p>
<p><em>ahli sunnah dan ahli hadits di seluruh negeri islam agar mereka sabar dalam</em></p>
<p><em>menuntut ilmu, dan agar mereka tidak tertipu dengan ilmu yang mereka miliki</em></p>
<p><em>sekarang. Mereka harus mengikuti jalan yang telah digariskan, jangan sekalikali</em></p>
<p><em>mereka bersandar dengan mengandalkan semata-mata pemahaman</em></p>
<p><em>mereka atau mereka beri nama dengan ijtihad mereka.</em></p>
<p><em>Saya sering sekali mendengar dari saudara-saudara kami mereka mengatakan</em></p>
<p><em>dengan sangat mudahnya, &#8220;saya berijtihad&#8221; atau &#8220;saya berpendapat demikian&#8221;</em></p>
<p><em>tanpa memikirkan akibat-akibat yang ditimbulkan dari ucapan-ucapannya.</em></p>
<p><em>Mereka tidak mengambil bantuan dari kitab-kitab fiqh dan hadits serta</em></p>
<p><em>pemahaman ulama terhadap kitab-kitab tersebut. Yang ada hanya hawa nafsu</em></p>
<p><em>dan pemahaman yang dangkal dalam menggunakan dalil, sedangkan</em></p>
<p><em>penyebabnya adalah ujub dan lupa daratan. Oleh karena itu, sekali lagi aku</em></p>
<p><em>nasehatkan kepada para penuntut ilmu agar menjauhi segala akhlak yang tidak</em></p>
<p><em>islami, di antaranya agar mereka tidak tertipu oleh ilmu yang telah</em></p>
<p><em>didapatkannya serta tidak tergelincir ke dalam ujub.</em></p>
<p>15</p>
<p><em>Ketiga, terakhir, agar mereka menasehati manusia dengan cara yang lebih baik,</em></p>
<p><em>menjauhi cara-cara yang kasar dan keras dalam berdakwah karena Allah</em></p>
<p><em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman,</em></p>
<p><em>&#8220;Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang</em></p>
<p><em>baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik.&#8221; (QS an-Nahl : 125)</em></p>
<p><em>Allah berfirman dengan ayat tadi karena kebenaran itu sendiri berat atas</em></p>
<p><em>manusia atau menerimanya, dan berat atas jiwa-jiwa mereka, oleh karena itu</em></p>
<p><em>secara umum jiwa manusia sombong untuk menerimanya, kecuali sedikit orang</em></p>
<p><em>yang dikehendaki Allah untuk langsung menerimanya. Apabila beratnya</em></p>
<p><em>kebenaran itu atas jiwa manusia ditambah dengan beratnya cara berupa</em></p>
<p><em>kekasaran dalam da&#8217;wah, maka itu berarti menjadikan manusia lari dari</em></p>
<p><em>da&#8217;wah kebenaran. Kalian tentu mengetahui sabda </em>b<em>:</em></p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya di antara kalian ada orang-orang yang membuat orang lari</em></p>
<p><em>(dari kebenaran). Beliau mengulanginya tiga kali. Sebagi penutup, saya</em></p>
<p><em>memohon kepada Allah Ta&#8217;ala agar jangan menjadikan kami sebagai orangorang</em></p>
<p><em>yang membuat orang lain lari dari kebenaran, akan tetapi jadikanlah</em></p>
<p><em>kami sebagai orang-orang yang memiliki hikmah dan orang-orang yang</em></p>
<p><em>mengamalkan al-Qur&#8217;an dan as-Sunnah.</em></p>
<p><em>sumber :mailist Assunnah. yahoogroups</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penaabuharits.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penaabuharits.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penaabuharits.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penaabuharits.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penaabuharits.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penaabuharits.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penaabuharits.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penaabuharits.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penaabuharits.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penaabuharits.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penaabuharits.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penaabuharits.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penaabuharits.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penaabuharits.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penaabuharits.wordpress.com&amp;blog=4644586&amp;post=58&amp;subd=penaabuharits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penaabuharits.wordpress.com/2009/07/01/bahtera-dakwah-salafiyyah-di-lautan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55754ae44593399daa9dadc0b3904916?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">penaabuharits</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasehat Untuk Rakyat</title>
		<link>http://penaabuharits.wordpress.com/2009/06/15/nasehat-untuk-rakyat/</link>
		<comments>http://penaabuharits.wordpress.com/2009/06/15/nasehat-untuk-rakyat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 03:57:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penaabuharits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penaabuharits.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Perhatikanlah wahai saudaraku! Janganlah kita bermimpi mempunyai Pemimpin seperti layaknya Umar Bin Khothob radhiyalahu anhu, jika masyarakatnya (yaitu kita-kita ini) tidak sebagaimana masyarakat yang hidup pada jaman Umar bin Khothob radhiyalahu anhu. Telah diriwayatkan dalam kitab Bidaayah Wa An Nihaayah yang ditulis oleh Imam Ibnu Katsir rahimahullah, bahwa segolongan khowarij mendatangi beliau dan memprotes/mendemo beliau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penaabuharits.wordpress.com&amp;blog=4644586&amp;post=55&amp;subd=penaabuharits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Perhatikanlah wahai saudaraku!</strong></p>
<p>Janganlah kita bermimpi mempunyai Pemimpin seperti layaknya Umar Bin Khothob <em>radhiyalahu anhu</em>, jika masyarakatnya (yaitu kita-kita ini) tidak sebagaimana masyarakat yang hidup pada jaman Umar bin Khothob radhiyalahu anhu.</p>
<p><span id="more-55"></span></p>
<p>Telah diriwayatkan dalam kitab Bidaayah Wa An Nihaayah yang ditulis oleh Imam Ibnu Katsir <em>rahimahullah</em>, bahwa segolongan khowarij mendatangi beliau dan memprotes/mendemo beliau <em>radhiyalahu anhu.</em> Mereka berkata : ” Mengapa wahai Ali di jaman engkau terjadi begini dan begini (yaitu menyebutkan kekurangan-kekurangan pada masa pemerintahan Ali Bin Abi Tholib <em>radhiyalahu anhu</em>), sedangkan di Jaman Abu Bakar dan Umar <em>radhiyalahu anhuma</em> hal ini tidak terjadi”</p>
<p>Maka apa jawab Ali Ibnul Abi Thollib <em>radhiyalahu anhu</em> ? <strong>” YA! BENAR!</strong> (itu lantaran) di Jaman mereka berdua (ya’ni Abu Bakar dan Umar <em>radhiyalahu anhuma</em>) masyarakatnya seperti kami ini (yaitu seperti Ali bin Abi Tholib) Sedangkan di Jamanku ini. Rakyatnya seperti kalian ini”</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Semoga Jadi renungan</span></strong><strong>.</strong></p>
<p>Ketahuilah saudaraku, pemerintahan adalah cerminan dari kondisi masyarakat secara umum. maka baiknya pemerintahan tidak akan terjadi melainkan didahului dari baiknya masyarakat. dan lebih jelas lagi, adalah baiknya diri-diri kita ini sebagai masyarakat.</p>
<p>Sangat indah apa yang dituliskan oleh seorang pemikir islam yang dinukil oleh Al Imam Asy Syaikh Al Al bani dalam bantahan beliau kepada jamaah Hizbut Tahrir (dalam terjemahan kitab Hizbut Tahrir Al Mu’tazzilatul judud :</p>
<p><strong>“ Tegakkanlah Islam atas diri masing-masing kalian sendiri (dahulu), maka insyaALLAH akan tegak islam di atas negeri kalian “</strong></p>
<p>ditulis oleh Abu Harits Priyo Sasongko As Salafi</p>
<p>12 Maret 2009 Ba’da Dhuhur. dipublikasikan pada tanggal 15 Juni 2009 10.58</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penaabuharits.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penaabuharits.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penaabuharits.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penaabuharits.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penaabuharits.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penaabuharits.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penaabuharits.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penaabuharits.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penaabuharits.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penaabuharits.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penaabuharits.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penaabuharits.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penaabuharits.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penaabuharits.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penaabuharits.wordpress.com&amp;blog=4644586&amp;post=55&amp;subd=penaabuharits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penaabuharits.wordpress.com/2009/06/15/nasehat-untuk-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55754ae44593399daa9dadc0b3904916?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">penaabuharits</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wahai Kaum Muslimin, Kapankah itu Terjadi?</title>
		<link>http://penaabuharits.wordpress.com/2009/06/15/wahai-kaum-muslimin-kapankah-itu-terjadi/</link>
		<comments>http://penaabuharits.wordpress.com/2009/06/15/wahai-kaum-muslimin-kapankah-itu-terjadi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 03:51:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penaabuharits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penaabuharits.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Pasca tragedi pembantaian kaum muslimin oleh Yahudi di Masjidil Aqsho beberapa tahun yang lalu (sekarang tahun 1430 H/2009 M), ada seorang muslim yang bertemu dengan orang yahudi, ia lalu berkata : ” Meskipun lama,… namun suatu ketika nanti kami akan mengusir kalian dari Palestina dengan hina dina, dan kami akan merebut kembali Masjidil Aqsho, sehingga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penaabuharits.wordpress.com&amp;blog=4644586&amp;post=51&amp;subd=penaabuharits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pasca tragedi pembantaian kaum muslimin oleh Yahudi di Masjidil Aqsho  beberapa tahun yang lalu (sekarang tahun 1430 H/2009 M), ada seorang muslim yang  bertemu dengan orang yahudi, ia lalu berkata : ” Meskipun lama,… namun suatu  ketika nanti kami akan mengusir kalian dari Palestina dengan hina dina, dan kami  akan merebut kembali Masjidil Aqsho, sehingga pohon dan batu akan membantu kami  dalam memerangi kalian ”</p>
<p><span id="more-51"></span></p>
<p>yang mengherankan, si  Yahudi tersebut berkata : Ya, itu benar. Hal itu telah kami baca di kitab kami,  dan diketahui oleh kami baik yang alim (orang yang berilmu) maupun bodoh (dari  kalangan awam), namun (yang mengalahkan kami) bukan muslimin (semacam)  kalian!.</p>
<p>Maka si Muslim tersebut berkata : ” Lalu siapa?”</p>
<p>Yahudi Itu menjawab : ” Mereka adalah kaum muslimin yang jumlah jamaah sholat  shubuhnya sama seperti jumlah jama’ah sholat jum’at”</p>
<p>Wahai Kaum muslimin, kapankah kita menjadi seperti itu?</p>
<p>(Mukhtashor Asy rotus sa’ah, Taqdim Asy Syaikh Abdullah al Jibrin hal :  28)</p>
<p>diambil dari catatan kaki Pengantar Majalah Al Furqon edisi : 07 thn. 8 1430/  2009</p>
<p>oleh Abu Harits Priyo Sasongko<br />
19 Pebruari 2009</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penaabuharits.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penaabuharits.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penaabuharits.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penaabuharits.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penaabuharits.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penaabuharits.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penaabuharits.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penaabuharits.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penaabuharits.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penaabuharits.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penaabuharits.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penaabuharits.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penaabuharits.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penaabuharits.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penaabuharits.wordpress.com&amp;blog=4644586&amp;post=51&amp;subd=penaabuharits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penaabuharits.wordpress.com/2009/06/15/wahai-kaum-muslimin-kapankah-itu-terjadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55754ae44593399daa9dadc0b3904916?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">penaabuharits</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasehat ulama’, syaikh Ibnu Badies</title>
		<link>http://penaabuharits.wordpress.com/2009/04/28/nasehat-ulama%e2%80%99-syaikh-ibnu-badies/</link>
		<comments>http://penaabuharits.wordpress.com/2009/04/28/nasehat-ulama%e2%80%99-syaikh-ibnu-badies/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 06:14:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penaabuharits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penaabuharits.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Nasehat Syaikh Abdul Hamid Bin Badies Pimpinan Majlis Tinggi Ulama Aljazair rahimahulah ini beliau sampaikan kepada murid-murid beliau di Masjid Al-Akhdhar di Qasantinah tahun 1352 H, ketika memanasnya suhu politik di Aljazair, yang menyebabkan sebagian pemuda muslim larut dalam kubangan Hizbiyah dan belitan Politik (tidak syar’i) , yang kemudian mereka binasa didalamnya dengan cara mengenaskan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penaabuharits.wordpress.com&amp;blog=4644586&amp;post=39&amp;subd=penaabuharits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nasehat Syaikh Abdul Hamid Bin Badies Pimpinan Majlis Tinggi Ulama Aljazair rahimahulah ini beliau sampaikan kepada murid-murid beliau di Masjid Al-Akhdhar di Qasantinah tahun 1352 H, ketika memanasnya suhu politik di Aljazair, yang menyebabkan sebagian pemuda muslim larut dalam kubangan Hizbiyah dan belitan Politik (tidak syar’i) , yang kemudian mereka binasa didalamnya dengan cara mengenaskan. </p>
<p><span id="more-39"></span></p>
<p>Nasehat beliau ini disampaikan manakala Partai Islam yang dimotori oleh partai FIS mencoba menarik para ulama besar Aljazair ke dalam panggung sandiwara dunia yang bernama Demokrasi.</p>
<p>Tulisan ini dikutip dari kitab Ash-Shiraathus Sawii edisi 15/Ramadhan 1352 H, dalam kitab Tarjamah Madariku An-Nazhar Fi As-Siyasah baina Ath-Thabiqat Asy- yar’iyah Wa Al-Ihfiaalat Al-Hamaasiyyah, karya Tulis Syaikh Abdul Malik Ramadlan Al Jazairy,  yang ditarjamahkan dalam Bahasa Indonesia oleh penerbit PUSTAKA IMAM BUKHARI dengan Judul BOLEHKAH BERPOLITIK Jilid 2. hal.28 s.d 30, saudaraku bacalah kitab ini, karena sejumlah ulama besar telah merekomendasikannya, tidak kurang diantaranya : </p>
<p>1.Al Imam Al muhaditsin Syaikh Muhammad Nashirudin Al-Albani (Ulama terbesar Imam dalam ilmu hadist abad ini dari negeri Syam)</p>
<p>2.Al Allamah Syaikh Muhsin Hamd Al-Abbad Al-badr (Ulama Besar Ahli Hadist Dari kota Nabi, Madinah Al Munawaroh, staff pengajar di Masjid Nabawi juga di Jamiyah Al islamiyah (Univ. Islam Madinah), </p>
<p>3.Rekomendasi Al Imam syaikh Muhammad Bin Sholeh Al Utsaimin (Ulama Besar Majelis Tinggi Ulama Saudi Arabia), </p>
<p>4.Syaikh Muhammad Bin Sholeh Al Fauzan (Majelis Tinggi Ulama Saudi Arabia), </p>
<p>diantara Guru Besar yang merekomendasikannya yaitu :<br />
5.Syaikh Hammad Bin Muhammad Al-Anshori rahimahullah,<br />
6.Syaikh Rabi’Bin Hadi Al-Madkholi,<br />
7.Syaikh Muhammad Bin Abdullah Bin Subail (Imam Dan Khatib Masjidil Haram dan angota Majlis Tinggi Ulama)<br />
8.Syaikh Abdullah Az-Zaahim (Ketua Mahkamah Syariah Di madinah Merangkap Imam dan Khatib Masjid Nabawi), </p>
<p>dan masih banyak lagi yang lain ditambah rekomendasi dari sejumlah penuntut ilmu, semoga Allah membalas mereka semua dengan kebaikan. </p>
<p>Nasehat Beliau. </p>
<p>Beliau berkata : </p>
<p>“ Wa ba’du, kami sengaja memilih  jalur agama (dakwah) daripada jalur-jalur lainnya atas dasar ilmu dan bashirah, demi memegang teguh pedoman yang sesuai dengan fithrah dan tarbiyah kami, yaitu memberi nasehat dan bimbingan, menebar nilai –nilai kebaikan, istiqomah diatas satu prinsip dan pedoman dan berjalan di atas jalur yang lurus. Hal itu semua hanya kami dapati dengan ilmu dan agama. Khidmat tersebut sangat agung dan sangat berguna bagi seluruh manusia.</p>
<p>Sekiranya kami ingin terjun ke dalam bidang politik niscaya kami akan terjun ke dalamnya tanpa kepalang basah. Niscaya kami akan mengukir sejarah disebabkan kegigihan dan keberanian kami dalam memberikan pengorbanan. Akan kami giring umat seluruhnya untuk menuntut hak mereka. Niscaya akan lebih memudahkan bagi kami dalam melaksanakan program-program yang telah terancang bagi mereka. Dan akan akan lebih mudah untuk menanamkan pengaruh ke dalam jiwa mereka. Akan tetapi suatu realita yang telah kami ketahui, dan juga tidaklah samar bagi siapa saja, bahwa </p>
<p>apabila seorang pemimpin berseru kepada umat : “ Sesungguhnya hak-hak kalian terdzhalimi dan saya ingin mengembalikan hak-hak tersebut kepada kalian “  tentunya ia akan melihat pengaruh yang luar biasa daripada pemimpin yang berseru : “ Sesungguhnya kalian jahil tentang dasar-dasar agama kalian, dan saya ingin menuntun kalian menuju hidayah.” Seruan pertama tentu disambut gegap gempita oleh banyak orang. Adapun serua kedua justru akan dilawan oleh sebagian besar mereka atau separuhnya! </p>
<p>Semua itu sudah kami ketahui, akan tetapi tetap kami memilih pilihan yang telah kami sebutkan dan kami jelaskan diatas. Insya Allah kami akan tetap berjalan diatas pilihan tersebut dengan bertawakal kepada-Nya<br />
( Ash-Shiraathus Sawii edisi 15/Ramadhan 1352H )</p>
<p>Semoga bermanfaat</p>
<p>Ditulis pada 26 Juli 2005 dan di edit ulang pada tanggal 27 April 2009</p>
<p>Priyo Sasongko, S.Kom</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penaabuharits.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penaabuharits.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penaabuharits.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penaabuharits.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penaabuharits.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penaabuharits.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penaabuharits.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penaabuharits.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penaabuharits.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penaabuharits.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penaabuharits.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penaabuharits.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penaabuharits.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penaabuharits.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penaabuharits.wordpress.com&amp;blog=4644586&amp;post=39&amp;subd=penaabuharits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penaabuharits.wordpress.com/2009/04/28/nasehat-ulama%e2%80%99-syaikh-ibnu-badies/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55754ae44593399daa9dadc0b3904916?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">penaabuharits</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untukmu, Penempuh Jalan Para Pendahulu</title>
		<link>http://penaabuharits.wordpress.com/2009/04/07/untukmu-penempuh-jalan-para-pendahulu/</link>
		<comments>http://penaabuharits.wordpress.com/2009/04/07/untukmu-penempuh-jalan-para-pendahulu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 04:37:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penaabuharits</dc:creator>
				<category><![CDATA[buah pena]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penaabuharits.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[&#8221; Ayah,… Ibu,… ini bukanlah jalan baru (yang sesat),.. tapi inilah jalan awal yang dahulu pernah menghasilkan kemuliaan,.. dan kini telah terabaikan&#8221; Oleh : Abu harits Priyo Sasongko S.Kom., Tulisan ini terinspirasi oleh kisah nyata yang dikirimkan oleh salah seorang pembaca majalah Nikah, dan dimuat pada volume 7, edisi 12 maret 2009, penulis menceritakan bagaimana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penaabuharits.wordpress.com&amp;blog=4644586&amp;post=35&amp;subd=penaabuharits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>&#8221; Ayah,… Ibu,… ini bukanlah jalan baru (yang sesat),..<br />
tapi inilah jalan awal yang dahulu pernah menghasilkan kemuliaan,..<br />
dan kini telah terabaikan&#8221;<br />
</strong></p>
<p>Oleh : Abu harits Priyo Sasongko S.Kom.,</p>
<p><span id="more-35"></span></p>
<p>Tulisan ini terinspirasi oleh kisah nyata yang dikirimkan oleh salah seorang pembaca majalah Nikah, dan dimuat pada volume 7, edisi 12 maret 2009, penulis menceritakan bagaimana rasa sayangnya pada kedua orang tuanya,menceritanka masa kecil nya hingga dia dewasa sampai mengenal dakwah salafiyyah ahlussunnah waljama’ah, hingga tertambatlah hatinya untuk duduk di taman-taman ilmu, menikmati keindahan dakwah salafiyyah.</p>
<p>kemudian spenggal sepenggal kalimat diatas dia tuliskan untuk meyakinkan kepada kedua orang tua tercintanya bahwa jalan yang dia pilih dalam hidupnya (yaitu jalan salaf) tidaklah salah, bahwa profokasi masyarakat kepada keluarganya yang mengatakan bahwa anak mereka telah menempuh jalan yang kelam tidaklah benar.</p>
<p><strong>Al ghuroba (orang-orang yang asing)</strong></p>
<p>Saudaraku,</p>
<p>Sungguh nabi yang tercinta telah membenarkan kalimat diatas, Al Amin Muhammad ibn Abdullah, Rasulullah shalalahu alaihi wassalam. Nabi yang mulia telah bersabda. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda. “Artinya : Sesungguhnya Islam dimulai dengan keterasingan dan akan kembali asing sebagaimana awalnya, maka beruntunglah orang-orang yang asing (Al-Ghuraba)” [Diriwayatkan oleh Muslim 2/175-176 -An-Nawawiy]</p>
<p>Asing ? Siapakah mereka saudaraku?,<br />
yaitu : Hadist Abdillah bin Amr bin Al-Ash Radhiyallahu ‘anhu beliau berkata : Telah bersabda Rasulullah pada suatu hari dan kami bersama beliau. “Artinya : Beruntunglah orang-orang yang asing (Al-Ghuraba) ditanya Rasulullah siapakah Al-Ghuraba itu ? Beliau menjawab orang-orang shalih diantara banyaknya orang-orang yang buruk, orang yang menyelisihi mereka lebih banyak daripada mentaatinya” [Hadits Shahih dan banyak jalan periwayatannya sebagaimana telah dijelaskan dalam kitab Thubaa Lilghuraba (3): oleh syaikh salim al hilaly]</p>
<p><strong>Telah tiba Masanya!</strong></p>
<p>Maka inilah jamannya telah datang saudaraku, jaman keterasingan yang disabdakan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wassalam. Jaman yang telah terhidang di depan mata kita.Jaman yang kita sekarang hidup di dalamnya, jaman yang memerlukan kesabaran. Jaman penuh fitnah, jaman yang mana seorang mukmin laksana memagang bara api untuk mempertahankan agamanya, jaman yang mana ujian adalah hal yang pasti dialami oleh penempuh jalan sunnah. Jalannya para nabi dan rasul.</p>
<p><strong>Sunnatullah itu pasti kita lalui</strong></p>
<p>Cerita penulis diatas(semoga ALLAH senantiasa memberikan keteguhan bagi kita dan dirinya) adalah sepenggal kisah, yang pasti akan mewarnai perjalanan hidup setiap hamba yang menempuh jalan sunnah. sebagaimana janji Robbuna dalam firman-NYA<br />
” Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? [QS. Al Ankabut 2]<br />
”Disitulah diuji orang-orang mukmin digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat<br />
[QS. Al Ahzab : 11]“</p>
<p>Manusia yang paling mulia, paling manis perkataannya, paling baik budi pekertinya dan paling terpercaya tuturnya. Beliaulah rasullah shalallahu alaihi wassalam. Tahukah engkau, beliaupun mengalami cobaan ini. beliau pun telah melewati jalan mendaki, jalannya para nabi dan rasul, yang telah disempurnakan jalan tersebut untuk beliau dan umatnya.<br />
Maka bukalah lembaran catatan perjalanan hidup beliau yang mulia. Yang mana tinta sejarah telah menceritakan ikhwal beliau shalalalahu alaihi wassalam. Apakah jalan itu mulus tanpa cobaan dan pertentangan? Tanpa kesedihan dan tangisan? Sungguh jalan yang beliau lalui penuh dengan onak dan duri yang melukai, diwarnai tanjakan kepeluhan, diiringi ombak yang silih berganti menghempaskan perasaan.</p>
<p>Maka inilah sunnatullah yang akan mengiringi perjalanan setiap hamba yang mengikuti jalan beliau shalallahu alaihi wassalam. Meskipun tentu bobot ujian ini tidaklah akan sama masing-masing kita. Semakin tinggi tingkat keimanan maka semakin berat beban itu.<br />
“ Dari Sa’id bin Abi Waqqash Radhiyallahu anhu, dia berkata. ‘Aku pernah bertanya : Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling keras cobaannya ?. Beliau menjawab. Para nabi, kemudian orang pilihan dan orang pilihan lagi. Maka seseorang akan diuji menurut agamanya. Apabila agamanya merupakan (agama) yang kuat, maka cobaannya juga berat. Dan, apabila di dalam agamanya ada kelemahan, maka dia akan diuji menurut agamanya. Tidaklah cobaan menyusahkan seorang hamba sehingga ia meninggalkannya berjalan di atas bumi dan tidak ada satu kesalahan pun pada dirinya [Isnadnya shahih,ditakhrij At-Tirmidzy, hadits nomor 1509, Ibnu Majah, hadits nomor 4023, Ad-Darimy 2/320, Ahmad 1/172]</p>
<p><strong>Janganlah bersedih (yang membuatmu keluar dari ketaatan)!!</strong></p>
<p>Maka dikesempatan ini aku nasehatkan diriku dan dirimu saudaraku, dengan satu kalimat yang dapat menghibur hati di kala duka cita melanda, meringankan beban ketika terasa berat langkah-langkah, melapangkan dada kita ketika hati terasa menyempit, dan menghadirkan satu senyuman ketika tangisan telah sampai pada pangkal tenggorokan. Inilah wahai saudaraku satu kalimat yang menghadirkan keteduhan di hati sahabat rasulullah yang tercinta (Abu bakar As shidiq radhiyallahu anhu). Sahabat yang menemani beliau di gua (tsur). Satu kalimat yang telah ALLAH muliakan dan ALLAH abadikan dalam kitabnya yang mulia. “Laa Lahzan Innallaha Maa ana “  “ janganlah engkau berduka cita, sesungguhnya ALLAH beserta kita” [At Taubah : 40]</p>
<p><strong>Sesunguhnya akhir yang manis itu adalah untuk mu.insyaALLAH</strong></p>
<p>Janji ALLAH pastillah terbukti, kemuliaan itu pastillah menjadi milik ahlussunnah.<br />
“ Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”.[ At tholaq : 3]<br />
Yaitu yang mencukupinya, Ar-Robi’ bin Khutsaim berkata : Dari segala sesuatu yang menyempitkan (menyusahkan) manusia. [Hadits Riwayat Bukhari bab Tawakal 11/311]<br />
kalaupun kemuliaan itu tidak kita dapatkan penuh di alam dunia ini. Pastilah buah manisnya nya akan kita rasakan di hari akhir kelak.</p>
<p>Artinya : “ Perumpamaan syurga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, “ [ Ar Ra’d : 35]</p>
<p>maka bertakwalah!</p>
<p>“Artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar”. [Ath-Thalaq : 2]<br />
“Artinya : Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahan dan akan melipat gandakan pahala baginya”. [Ath-Thalaq : 5]<br />
“Artinya : Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya”. [Ath-Thalaq : 4).<br />
“Artinya : ‘Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugrahi nikmat oleh Allah, yaitu ; Nabi-nabi, para shiddiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya”. [An-Nisa’ : 69]</p>
<p>kututup tulisan singkat ini dengan beberapa syair semoga bisa mengetuk pintu yang terkunci, menenangkan hati yang gundah dan menghibur jiwa yang nestapa</p>
<p>Hukum kematian bagi manusia pastilah berlaku<br />
dunia ini bukanlah negeri abadi<br />
di satu masa manusia menjadi pendengar kabar berita<br />
namun di waktu lain, ia menjadi salah satu dari berita itu pula<br />
( perjalanan menuju hidayah : 146 . Tarjamah az zamanul qodim, syaikh Abdul Malik Al qosim)</p>
<p>kalaulah seandainya setelah mati kita dibiarkan begitu saja<br />
tentu kematian adalah kenikmatan bagi siapapun adanya<br />
Akan tetapi setelah mati kita akan dibangkitkan<br />
lalu ditanya tentang segala sesuatu yang kita lakukan<br />
( perjalanan menuju hidayah : 80 . Tarjamah az zamanul qodim, syaikh Abdul Malik Al qosim)</p>
<p>Ahmad bin harb mengungkapkan dalam syairnya :<br />
“ Ada diantara kita yang memilih tempat berteduh dari sinar matahari, tetapi tidak memilih syurga (sebagai tempat berteduh) dari neraka”<br />
( perjalanan menuju hidayah : 104 . Tarjamah az zamanul qodim, syaikh Abdul Malik Al qosim)</p>
<p>semoga bermanfaat<br />
07 April 2009 @ 07:45<br />
Priyo Sasongko, S.Kom</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penaabuharits.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penaabuharits.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penaabuharits.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penaabuharits.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penaabuharits.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penaabuharits.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penaabuharits.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penaabuharits.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penaabuharits.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penaabuharits.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penaabuharits.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penaabuharits.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penaabuharits.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penaabuharits.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penaabuharits.wordpress.com&amp;blog=4644586&amp;post=35&amp;subd=penaabuharits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penaabuharits.wordpress.com/2009/04/07/untukmu-penempuh-jalan-para-pendahulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55754ae44593399daa9dadc0b3904916?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">penaabuharits</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Tips Memulai Bisnis yang Sukses</title>
		<link>http://penaabuharits.wordpress.com/2008/09/02/10-tips-memulai-bisnis-yang-sukses/</link>
		<comments>http://penaabuharits.wordpress.com/2008/09/02/10-tips-memulai-bisnis-yang-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 08:10:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penaabuharits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penaabuharits.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini 10 langkah yang bisa memandu pebisnis menyusun bisnis dan bisa mendorongnya meraih kesuksesan 1. Kerjakan apa yang Anda sukai. Anda akan mencurahkan banyak waktu dan energi untuk memulai sebuah bisnis dan membangunnya menjadi usaha yang berhasil, jadi sangat penting bahwa Anda sangat menikmati secara mendalam apa yang Anda kerjakan, apakah menjalankan sewa pemancingan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penaabuharits.wordpress.com&amp;blog=4644586&amp;post=23&amp;subd=penaabuharits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoPlainText"><span lang="IN">Berikut ini 10 langkah yang bisa memandu pebisnis menyusun bisnis dan bisa mendorongnya meraih kesuksesan</span></p>
<p class="MsoPlainText"><span id="more-23"></span></p>
<p class="MsoPlainText"><span lang="IN"><span> </span><strong>1. Kerjakan apa yang Anda sukai</strong>. Anda akan mencurahkan banyak waktu dan energi untuk memulai sebuah bisnis dan membangunnya menjadi usaha yang berhasil, jadi sangat penting bahwa Anda sangat menikmati secara mendalam apa yang Anda kerjakan, apakah menjalankan sewa pemancingan, mengkreasikan tembikar atau memberikan nasehat keuangan.</span></p>
<p class="MsoPlainText"><span lang="IN"><span> </span>2<strong>. Mulai bisnis Anda ketika Anda masih bekerja</strong>. Berapa lama paling banyak orang bisa tanpa uang? Tidak lama. Dan ini akan menjadi waktu yang lama sebelum bisnis baru Anda benar-benar membukukan keuntungan. Menjadi karyawan ketika memulai bisnis berarti ada uang di saku ketika Anda memasuki proses memulai bisnis.</span></p>
<p class="MsoPlainText"><span lang="IN"><span> </span><strong>3. Jangan kerjakan hal tersebut sendirian.</strong> Anda membutuhkan dukungan ketika memulai bisnis (dan setelahnya). Seorang anggota keluarga atau teman yang dapat memberikan ide dan akan mendengat secara simpatik hingga hal penting tarakhir memulai bisnis tidak ternilai harganya.</span></p>
<p class="MsoPlainText"><span lang="IN"><span> </span><strong>4. Pertama dapatkan klien atau pelanggan.</strong> Jangan menanti sampai Anda telah secara resmi memulai bisnis hingga garis ini, karena bisnis Anda tidak dapat bertahan tanpa mereka. Kembangkan jaringan atau network, buat kontak. Jual atau berikan produk atau jasa Anda. Anda tidak dapat memulai pemasaran terlalu cepat.</span></p>
<p class="MsoPlainText"><span lang="IN"><span> </span>5<strong>. Tulis perencanaan bisnis.</strong> Alasan penting membuat rencana bisnis adalah langkah ini dapat membantu Anda menghindari habisnya waktu dan uang mwmulai bisnis yang tidak akan sukses.</span></p>
<p class="MsoPlainText"><span lang="IN"><span> </span><strong>6. Lakukan riset.</strong> Anda akan mengerjakan banyak penelitian sepanjang rencana bisnis, tetapi itu barulah awalnya. Anda untuk menjadi ahli dalam industri Anda, produk dan jasa. Jika Anda telah selesai. Bergabung pada asosiasi industri atau profesional yang berhubungan dengan bisnis Anda sebelum memulai bisnis merupakan ide yang bagus.</span></p>
<p class="MsoPlainText"><strong><span lang="IN"><span> </span>7. Dapatkan bantuan profesional.</span></strong><span lang="IN"> Di satu sisi, hanya karena Anda menjalankan bisnis kecil, bukan berarti Anda harus menjadi ahli di bidang apa pun. Jika Anda bukan seorang akuntan, hire lah satu atau dua orang misalnya. Jika Anda ingin menulis kontrak, dan Anda bukanlah seorang lawyer, hire lah 1 orang. Anda akan membuang lebih waktu dan munkin juga uang untuk mencoba melakukannya sendiri pekerjaan dimana Anda tidak memiliki kualifikasi untuk mengerjakannya.</span></p>
<p class="MsoPlainText"><strong><span lang="IN"><span> </span>8. Dapatkan uang.</span></strong><span lang="IN"> Simpan jika harus, mendekati investor potensial dan pemberi pinjaman. Gambarkan perencanaan keuangan jatuh ke belakang. Jangan mengharapkan memulai bisnis dan kemudian berjalan ke pihak peminjam dan mendapatkan uang. Pemberi pinjaman tradisional tidak seperti ide baru dan tidak seperti bisnis tanpa pembuktian track records.</span></p>
<p class="MsoPlainText"><strong><span lang="IN"><span> </span>9. Jadi lah profesional semenjak memulai.</span></strong><span lang="IN"> Segala sesuatu tentang Anda dan cara Anda menjalankan bisnis membuat orang-orang tahu bahwa Anda seorang profesional yang menjalankan sebuah bisnis yang serius. Ini berarti mendapatkan semua pelrengkapan seperti kartu bisnis profesional, telepon bisnis, dan alamat email bisnis, dan memperlakukan orang secara profesional, cara yang sopan.</span></p>
<p class="MsoPlainText"><strong><span lang="IN"><span> </span>10. Ta’ati peraturan perdagangan baik yang telah tertulis maupun yang tidak tertulis (baca : etika/akhlak) dalam usaha anda.</span></strong><span lang="IN"> Hal tersebut lebih sulit dan lebih mahal dibandingkan mengerjakannya setelah itu. </span></p>
<p class="MsoPlainText"><span lang="IN">sumber: </span></p>
<p class="MsoPlainText"><span lang="IN">smbzone.indiatimes.com dengan beberapa penyesuaian dan perubahan dari penulis</span></p>
<p class="MsoPlainText"><span lang="IN">Semoga bermanfaat, </span></p>
<p class="MsoPlainText"><span lang="IN">diedit pada 2 Ramadhan 1429 H/2 September 2008 </span></p>
<p class="MsoPlainText"><span lang="IN">Priyo Sasongko</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/penaabuharits.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/penaabuharits.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penaabuharits.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penaabuharits.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penaabuharits.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penaabuharits.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penaabuharits.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penaabuharits.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penaabuharits.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penaabuharits.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penaabuharits.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penaabuharits.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penaabuharits.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penaabuharits.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penaabuharits.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penaabuharits.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penaabuharits.wordpress.com&amp;blog=4644586&amp;post=23&amp;subd=penaabuharits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penaabuharits.wordpress.com/2008/09/02/10-tips-memulai-bisnis-yang-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55754ae44593399daa9dadc0b3904916?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">penaabuharits</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berpulangnya Penjaga Dua Kota Suci</title>
		<link>http://penaabuharits.wordpress.com/2008/09/02/berpulangnya-penjaga-dua-kota-suci/</link>
		<comments>http://penaabuharits.wordpress.com/2008/09/02/berpulangnya-penjaga-dua-kota-suci/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 06:48:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penaabuharits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Muslim Dunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penaabuharits.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Madinah 6 Agustus 2005 Penulis : DR. Ali Musri Semjan Putra Lc., MA (Diambil dari www.muslim.or.id) Berita wafatnya Raja Fahd -rohimahullahu- sudah berlalu, mungkin diantara ikhwah sudah lupa akan peristiwa tersebut. Banyak diantara saudara kita yang antipati terhadap beliau bahkan membencinya karena ketidaktahuan mereka. Peran apakah yang telah dijalankan oleh Raja Fahd selama ini terhadap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penaabuharits.wordpress.com&amp;blog=4644586&amp;post=16&amp;subd=penaabuharits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Madinah 6 Agustus 2005</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IT">Penulis : DR. Ali Musri Semjan Putra Lc., MA</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">(Diambil dari www.muslim.or.id)</p>
<p style="text-align:justify;">Berita wafatnya Raja Fahd -rohimahullahu- sudah berlalu, mungkin diantara ikhwah sudah lupa akan peristiwa tersebut. Banyak diantara saudara kita yang antipati terhadap beliau bahkan membencinya karena ketidaktahuan mereka. Peran apakah yang telah dijalankan oleh Raja Fahd selama ini terhadap kaum muslimin sehingga tulisan ini sangat layak untuk diangkat pada edisi kali ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Ustadz Ali Musri Semjan Putra -hafidhohullahu- menulis artikel ini dengan gaya penulisan yang khas (melayu) dan dibumbui dengan cerita-cerita di Tanah Harom sehingga membuat kita semakin rindu ingin kesana. Semoga tulisan ini bermanfaat kita semua…</p>
<p style="text-align:justify;">Judul Asli: Berpulangnya Penjaga Dua Kota Suci Yang Dipertuan Agung Raja Fahd bin Abdul Aziz Al Saud*</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-16"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Segala puji bagi Allah yang di tangan-Nya seluruh kekuasaan, bila Dia berkehendak tiada seorang pun dari makhluk yang bisa menolaknya. Sholawat dan salam kepada nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, yang telah menyuruh kita untuk bersabar tatkala ditimpa musibah, berkata Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, “tiada musibah yang lebih besar dari kematian Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian besar kecilnya suatu musibah yang menimpa umat diukur dengan besar kecilnya perjuangan yang dilakukan seseorang tersebut untuk agama dan umatnya.” Disebutkan dalam sebuah peribahasa: “Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan jasa”.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada hari senin tanggal 1 Agustus 2005 umat Islam telah kehilangan seorang yang menjadi kebanggaan mereka, yang telah berjasa dalam memperjuangkan agama dengan segala usaha dan upaya, satunya-satunya penguasa di dunia saat ini yang menjadikan Al Quran dan Sunnah sebagai dasar dan pandangan hidup bernegaranya serta menjadikan tujuan kekuasaannya untuk tegaknya bendera tauhid di seluruh pelosok penjuru dunia. <span lang="IT">Semoga Allah menempatkan arwah beliau di tempat yang layak di sisi-Nya. </span>Amiin…</p>
<p style="text-align:justify;">Tulisan ini tidak bertujuan untuk meratapi kepergian sang Raja yang mulia, akan tetapi untuk mengingatkan orang-orang yang melupakan jasa-jasa beliau atau pura-pura lupa akan kebaikan beliau serta sebagai sugesti dan motivasi bagi para penguasa dan pemimpin yang ingin mencapai kesuksesan dalam kekuasaannya. Apa yang harus mereka jadikan pedoman dan landasan dalam membangun masyarakat yang madani dan beriman untuk mencapai sebuah kemakmuran dan kesentosaan serta keadilan? Jawabannya hanya satu yaitu menjadikan Al Quran dan Sunnah sebagai landasan kehidupan bernegara dan bermasyarakat sebagaimana telah dibuktikan sendiri oleh sang Raja yang mulia dalam kekuasaannya. Di saat orang berbondong-bondong mengusung slogan-slogan yang datang dari barat, beliau dengan teguh mempertahankan kekuasaan beliau di atas Al Quran dan Sunnah, sekalipun ancaman datang dari luar dan dalam. <span lang="IT">Semoga Allah menjaga kekuasaan yang beliau bangun dari berbagai ancaman dan bencana serta pengkhianatan. </span>Berikut ini kita ingin menyimak sekilas tentang kehidupan dan perjuangan beliau.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Biografi penjaga dua kota suci</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Nama: Fahd bin Abdul Aziz bin Abdurrahman bin Faishal bin Turky bin Abdullah bin Muhammad bin Saud, dari suku Bani Hanifah. lahir di kota Riyadh tahun 1922 M (1338 H).</p>
<p style="text-align:justify;">Pendidikan: sejak kecil beliau menerima pendidikan langsung dari orang tua beliau, ikut dalam berbagai peristiwa penting yang dialami orang tua beliau dalam mempersatukan jazirah arab di bawah kekuasaannya, sehingga kepribadian orang tua beliau sangat menonjol dalam diri beliau mulai dari sifat pemurah, tawadhu dan pemberani serta ketangkasan dalam mengatur kekuasaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Di samping itu beliau juga menerima pendidikan dari jalur resmi, pendidikan dasar di Sekolah Kerajaan yang bertempat di Riyadh kemudian melanjutkan ke Ma’had Ilmy (Lembaga Ilmu Islam) di Makkah Al Mukarramah. Kemudian beliau memperdalam ilmu dengan banyak membaca buku-buku ulama salaf ataupun buku-buku yang berbicara tentang tokoh-tokoh pemimpin dunia di samping ikut menghadiri berbagai pertemuan penting yang dilakukan orang tua beliau, Raja Abdul Aziz, begitu pula dalam kepemimpinan kakak-kakak beliau. Banyak sekali jabatan penting yang pernah beliau pangku sebelum dinobatkan menjadi Raja, di antaranya:</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun (1373 H) diangkat sebagai Menteri Pendidikan di masa kekuasaan kakak beliau Saud bin Abdul Aziz. Dalam masa ini beliau melakukan berbagai pembaharuan dalam bidang pendidikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun (1382 H) diangkat sebagai Menteri Dalam Negeri. Dalam masa ini beliau melakukan berbagai pembaharuan pula dalam bidang pemerintahan dan keamanan.<br />
Ketika dinobatkannya kakak beliau Faisal sebagai Raja. Ia diangkat menjadi penasihat beliau.<br />
<span lang="IT">Kemudian pada tahun (1387H) diangkat sebagai wakil perdana menteri di samping menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Pada masa kekuasaan kakak beliau Raja Khalid tepatnya tahun (1395 H) beliau dinobatkan sebagai Putra Mahkota. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Kemudian pada tanggal 21 Sya’ban tahun (1402 H) seluruh anggota keluarga kerajaan dan rakyat membaiat dan menobatkan beliau sebagai Raja. Selama beliau menjadi raja banyak sekali yang beliau lakukan bukan hanya untuk rakyat Saudi semata tetapi untuk kaum muslim di berbagai pelosok penjuru dunia. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Dalam tulisan yang singkat ini kita mencoba mengupas sekilas tentang perjuangan beliau untuk kaum muslimin dalam berbagai bidang di berbagai pelosok penjuru dunia terlebih khusus buat saudara-saudara beliau yang seiman di nusantara. </span>Adapun mengenai perjuangan beliau untuk rakyat beliau yang berada di bawah kekuasaan beliau langsung, tidak kita kupas karena itu sudah jelas sebagai kewajiban beliau dan suatu keharusan yang pasti beliau lakukan dengan penuh tanggung jawab, bila perhatian beliau terhadap saudara-saudara beliau yang di luar kekuasaan beliau sangat begitu besar apa lagi untuk rakyat beliau sendiri yang menjadi tanggung jawab beliau.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau kita ambil saja sebagai contoh dalam bidang dakwah dan pendidikan tidak ada bandingnya dengan negara manapun. Pendidikan dan dakwah dari hal yang sekecil-sekecilnya sampai kepada hal yang sebesar-besarnya menjadi perhatian dan tanggung jawab pemerintah sepenuhnya. Contoh dalam bidang pendidikan mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi gratis termasuk buku-buku panduan dibagikan secara gratis dan yang lebih istimewa lagi seluruh mahasiswa perguruan tinggi negeri diberi beasiswa paling sedikit 850 riyal setiap bulan. Untuk kegiatan dakwah yang formal seluruhnya ditanggung pemerintah mulai dari fasilitas dan dana. Sebagai contoh seluruh mesjid operasionalnya atas tanggungan pemerintah mulai dari gaji imam, muazin, kebutuhan listrik dan air. Begitu pula ulama dan para da’i sangat mendapat perhatian khusus dari penguasa dalam hal kesejahteraan mereka. Di antara nikmat yang amat besar bagi rakyatnya adalah bersihnya kehidupan mereka dari segala bentuk praktek kesyirikan, takhayul, khurafat dan bid’ah. Begitu pula badan-badan sosial yang berkecimpung dalam kegiatan dakwah dan kemasyarakatan selalu mendapat sumbangan dan suntikan dana dari pemerintah. Apa yang kita sebutkan belum secuil dari apa yang beliau lakukan untuk rakyat beliau.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang ingin kita bicarakan dalam tulisan singkat ini adalah sekilas tentang perjuangan dan usaha-usaha beliau dalam menegakkan agama yang benar serta keaktifan beliau dalam memperhatikan nasib saudara-saudara beliau yang seiman di berbagai pelosok belahan dunia terlebih khusus di negeri kita yang tercinta.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Kita ambil sebagai contoh dalam hal ini beberapa bidang terpenting saja:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">- Bidang sosial dan dakwah:</p>
<p style="text-align:justify;">Mendirikan dan membantu pembangunan mesjid dan musholla serta bantuan fasilitas penunjang seperti karpet dan sajadah di berbagai negara dan kota internasional terutama di negara-negara yang minoritas muslim. Jumlah mesjid yang dibangun di berbagai belahan benua menurut salah satu sumber lebih dari 1500 mesjid. Setiap mesjid dilengkapi fasilitas penunjang seperti: tempat wudhu, ruang belajar, pustaka, ruang pertemuan, ruang perkantoran dan lain-lain. Diantara mesjid tersebut adalah:</p>
<p style="text-align:justify;">- Mesjid raya Raja Abdul Aziz di Tunisia</p>
<p style="text-align:justify;">- Mesjid raya Raja Faishal di Tasyat</p>
<p style="text-align:justify;">- Mesjid raya Bamako Mali</p>
<p style="text-align:justify;">- Mesjid raya Raja Faishal di Ginia Konakre</p>
<p style="text-align:justify;">- Mesjid raya Yawandy di Kamerun</p>
<p style="text-align:justify;">- Mesjid raya kota Sukudy, Togo</p>
<p style="text-align:justify;">- Mesjid raya Cina di Tibet</p>
<p style="text-align:justify;">- Mesjid raya Raja Fahd di kota Yanovic Rusia</p>
<p style="text-align:justify;">- Mesjid raya Utawa di Kanada</p>
<p style="text-align:justify;">- Mesjid raya Umar bin Khatab di Los Angles</p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT"><br />
Mendirikan dan membantu pembangunan madrasah dan pesantren di berbagai negara yang terdapat di pelosok dunia. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT"><br />
Pengiriman da’i-da’i ke berbagai negara Islam terutama negara yang berpenduduk minoritas muslim. menurut data Kementrian Urusan Agama Arab Saudi jumlah Mereka mencapai 5000 orang. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT"><br />
Memberi tunjangan kepada da’i-da’i yang tersebar di berbagai negara-negara Islam yang sedang berkembang atau di bawah garis kemiskinan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT"><br />
Mencetak kitab-kitab ulama kemudian membagikannya kepada para ulama dan da’i serta pencinta ilmu di dalam dan luar Arab Saudi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT"><br />
Sepeti kitab Majmu’ Fatawa, Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah yang jumlahnya 37 jilid, kitab Al Mughny karangan Ibnu Qudamah yang jumlah 15 jilid dan banyak lagi yang lainnya.<br />
Mendirikan Pusat Kajian Islam (Maktab Jaaliyyat) di berbagai kota dan pelosok Saudi untuk para pendatang dari berbagai negara yang bekerja di Arab Saudi. Terutama di kota-kota industri dan perdagangan seperti Jeddah, Riyadh, Madinah, Jizan, Hail, Yanbuk, Qasim dan lain-lain. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT"><br />
Memberi bantuan kepada negara-negara Islam yang sedang ditimpa bencana alam dan peperangan seperti yang baru-baru ini bencana gempa yang menimpa Turki, Iran dan bencana Tsunami di Aceh. Begitu pula bantuan bagi rakyat Afghanistan dan Irak pasca gempuran Amerika. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT"><br />
Pengiriman daging kurban pada setiap musim haji ke negara-negara Islam yang berada di bawah garis kemiskinan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT"><br />
Pengiriman bantuan ifthor (buka puasa) di bulan Ramadhan ke berbagai negara Islam serta negara yang minoritas muslim. Begitu pula di sekitar dua mesjid kota suci disediakan pula perbukaan bagi para penziarah (umrah). Namun pada akhir-akhir ini pembagian makanan tersebut berlanjut sampai pada hari-hari biasa sekalipun, di sekitar mesjid Nabawy sering penulis saksikan antrian panjang para buruh bangunan menunggu bagian Mereka masing-masing. Semua operasionalnya dari dana pribadi sang Raja yang telah berpulang itu. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT"><br />
</span>- Bidang pendidikan:</p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Mendirikan sekolah-sekolah tinggi di berbagai negara Islam dan kota internasional terutama negara yang minoritas muslim, di antaranya: </span></p>
<p style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Kuliyyah Syari’ah dan Bahasa Arab di Emirat Arab</p>
<p style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Lembaga Pengetahuan Islam Dan Arab di Mauritania</p>
<p style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Lembaga Pengetahuan Islam Dan Arab di Jakarta</p>
<p style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Lembaga Islam Dan Arab di Jepang</p>
<p style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span>e.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Lembaga Islam Dan Arab di Jibuti</p>
<p style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span>f.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Lembaga Pengetahuan Islam Dan Arab di Washington</p>
<p style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span>g.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Akademi Islam di Washington berdiri pada tahun 1984</p>
<p style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span>h.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Akademi Raja Fahd di London berdiri pada tahun 1985</p>
<p style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span>i.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Akademi Raja Fahd di Moskow</p>
<p style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span>j.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Akademi Raja Fahd di Bond berdiri pada tahun 1995</p>
<p style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span>k.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Akademi Islam Behach</p>
<p style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span>l.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Ma’had Islami di Senegal</p>
<p style="text-align:justify;">Memberikan beasiswa bagi anak-anak muslim dari berbagai negara Islam dan negara yang minoritas muslim untuk belajar di berbagai perguruan tinggi di Arab Saudi. Jumlah Universitas Saudi yang menampung siswa asing sekitar enam Universitas. Kita ambil sebagai contoh Universitas Islam Madinah yang merupakan universitas yang jumlah mahasiswa asingnya paling dominan dibanding universitas-universitas lainnya. <span lang="IT">Persentasenya mencapai 65% dari 140 negara. Mahasiswa Indonesia menempati urutan kedua setelah Nigeria. Jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di berbagai Universitas Saudi lebih kurang sekitar 200 orang. Seluruh mahasiswa asing yang belajar di Saudi setiap libur musim panas diberi tiket gratis untuk pulang ke negara Mereka masing-masing. </span>Silakan pembaca menghitung berapa besar biaya yang disumbangkan untuk mereka.<br />
Pengiriman dosen-dosen untuk perguruan tinggi di berbagai negara Islam dan negara yang minoritas muslim. menurut data Kementrian Pendidikan jumlah mereka mencapai 2372 orang.<br />
Mendirikan Pusat Kajian Islam (Islamic Centre) di berbagai negara dan kota besar dunia, terutama negara yang minoritas muslim. jumlahnya mencapai sekitar 210 buah, diantaranya:<br />
a. Islamic Centre Abuja di Nigeria</p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">b. Islamic Centre Raja Fadh di kepulauan Mali Maldef</span></p>
<p style="text-align:justify;">c. Islamic Centre Tokyo Jepang</p>
<p style="text-align:justify;">d. Islamic Centre Seoul, Korea</p>
<p style="text-align:justify;">e. Islamic Centre Raja Syahi Bangladesh</p>
<p style="text-align:justify;">f. Islamic Centre Delfid Belanda</p>
<p style="text-align:justify;">g. Islamic Centre Munich, Jerman</p>
<p style="text-align:justify;">h. Islamic Centre Efre Prancis</p>
<p style="text-align:justify;">i. Islamic Centre Jenef Swiss</p>
<p style="text-align:justify;">j. Islamic Centre Madrid Spanyol</p>
<p style="text-align:justify;">k. Islamic Centre Roma Italia</p>
<p style="text-align:justify;">l. Islamic Centre Washington</p>
<p style="text-align:justify;">m. Islamic Centre New York</p>
<p style="text-align:justify;">n. Pusat Kebudayaan Islam Chicago</p>
<p style="text-align:justify;">o. Islamic Centre Los Angles</p>
<p style="text-align:justify;">p. Islamic Centre Ottawa Kanada</p>
<p style="text-align:justify;">q. Islamic Centre Brasil</p>
<p style="text-align:justify;">r. Islamic Centre Victoria Australia</p>
<p style="text-align:justify;">s. Islamic Centre New Zeeland Australia</p>
<p style="text-align:justify;">Mengirim dosen-dosen universitas ke berbagai negara Islam dan negara yang minoritas muslim, untuk mengadakan daurah-daurah ilmiah (Kajian Islam Intensif). Menurut data yang di sebutkan oleh salah satu sumber untuk Universitas Islam Madinah saja telah melakukan Daurah ilmiah semenjak tahun 1419 H sampai tahun 1422 H di 29 negara. Di Indonesia diadakan sebanyak 16 kali. Belum terhitung dauroh yang dilakukan oleh universitas-universitas Saudi lainnya di berbagai negara.</p>
<p style="text-align:justify;">- Berpartisipasi aktif dalam segala persoalan yang menimpa kaum muslimin di seluruh belahan pelosok dunia:</p>
<p style="text-align:justify;">Perhatian khusus untuk perjuangan rakyat Palestina, tidak terhitung pengorbanan yang beliau lakukan, baik yang bersifat moril maupun materil, tidak ada penguasa yang paling banyak berkorban untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina seperti yang beliau lakukan. Tidak salah kita katakan bahwa beliau menduduki peringkat pertama dalam hal ini di atas petinggi-petinngi arab lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Membantu perjuangan rakyat Afghanistan dalam melawan penjajahan komunis, dalam hal ini tidak hanya sebatas bantuan moril dan materil tetapi termasuk bantuan mujahidin, Raja yang bijaksana ini membuka kesempatan kepada anak muda negerinya untuk membantu saudara-saudaranya yang sedang berjuang melawan komunis, namun setelah komunis terkalahkan perjuangan berakhir dengan pertikaian antar kelompok yang berjuang yang akhirnya Raja yang bijak ini memanggil kepala setiap kelompok pejuang ke Makkah Al Mukarramah dan mengambil sumpah mereka dalam ka’bah agar Mereka menghentikan pertikaian antara mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Fasilitator perdamaian Irak-Kuwait, ketika Saddam mencaplok Kuwait, saat itu pula Raja yang bijak ini memperlihatkan kepiawaiannya dalam mengatasi kondisi yang mencekam waktu itu. Yang mana Saddam akan melanjutkan agresinya untuk merebut kekuasaan Al Saud. Di samping beliau sibuk menampung pengungsi dari Kuwait beliau dihadapkan pula pada persoalan yang lebih penting yaitu menghadapi agresi Saddam. Seketika itu beliau meminta fatwa ulama dalam hal meminta bantuan kepada non muslim dalam hal mempertahankan negeri dari kezholiman saudara yang seagama. Setelah melalui pertimbangan yang begitu matang baik dari segi syar’i maupun siyasah (politik) para ulama mengeluarkan fatwa tentang dibolehkannya meminta bantuan kepada non muslim dalam hal menghentikan kezholiman yang dilakukan oleh saudara yang seagama. Apalagi negara tetangga Saudi Arabia waktu itu tidak satu pun yang mendukung kekuasan Al Saud, bahkan mereka memberi bantuan moril kepada presiden Irak yang nyata-nyata melakukan kezholiman saat itu. Namun sekelompok kecil dari generasi muda menentang kebijakan yang dilakukan Sang Raja berdasarkan fatwa para ulama itu. Ketika itu persoalan bertambah rumit lagi. Saat itu para generasi muda menyebarkan berbagai fitnah terhadap penguasa dan ulama. Namun raja yang bijak ini menghadapinya dengan pandangan yang jernih tidak membuatnya untuk berbuat sesuatu yang di luar aturan agama. Setelah Saddam kembali meninggalkan Kuwait. Suara-suara sumbang masih terdengar dari sekelompok generasi muda, beliau dituduh meminta bantuan orang kafir untuk membunuh saudara-saudara seiman. Padahal yang terjadi adalah sebaliknya beliau meminta bantuan orang kafir untuk menghentikan pembunuhan sesama muslim serta untuk melindungi kekuasaan beliau, satu-satunya negara yang berdasarkan Al Quran dan Sunnah sebagai simbol Islam yang tegak di muka bumi ini. Kenyataan yang amat mengejutkan adalah justru dibalik itu semua terdapat hikmah yang amat besar di antaranya adalah begitu banyaknya tentara Amerika yang masuk Islam. Pengakuan salah seorang komandan angkatan perang Arab Saudi bahwa mereka lebih sibuk menghadapi orang-orang Amerika yang ingin masuk Islam dari pada menghadapi kemungkinan serangan Saddam. Kalau saja Saddam berhasil menguasai Arab Saudi pada saat itu tentu akan lenyap satu-satunya kekuasaan yang berlandaskan Islam di muka bumi ini.<br />
Membantu perjuangan rakyat Bosnia dari kekejaman Serbia. Saat dunia diguncang oleh pekikkan wanita dan bayi-bayi Bosnia yang disembelih oleh Serbia dengan spontan raja yang mulia ini bersama rakyatnya mengumpulkan dan mengirimkan segala bentuk bantuan, baik berupa uang tunai, bantuan pangan dan pakaian serta tenaga medis dan obat-obatan. Sebagaimana yang dilakukan oleh negara-negara Islam lainnya. Tetapi apa yang diberikan oleh sang Raja beserta rakyatnya tiada bandingannya dalam kualitas dan kuantitas.<br />
Membantu pengungsi muslim Kasmir yang diusir pasukan India. Mulai dari bantuan pangan, pakaian serta obat-obatan dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span lang="IT">- Pelayanan kenyamanan bagi pengunjung dua kota suci:</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Perluasan mesjid dua kota suci serta mesjid-mesjid lain yang dikunjungi kaum muslimin saat musim haji dan umrah seperti mesjid Quba, mesjid Qiblatain, mesjid Miqat Bir Ali, mesjid Namirah, mesjid Masy’aril Haram, mesjid Khaif. disamping bangunan yang begitu megah segala fasilitas pun tersedia. Saat kita berada di dua kota suci ini betapa kenyamanan amat kita rasakan sekali bahkan hal yang sekecil-kecilnya menjadi perhatian pemerintah. Khusus untuk Masjid Nabawi, air zam-zam diangkut dengan armada dari kota Makkah, tidak hanya untuk keperluan mesjid semata tapi masyarakat umum kota Madinah pun bisa mengambilnya untuk minuman mereka sehari-hari.<br />
Pelayanan kenyamanan dalam berbagai tempat yang ditempuh dalam rute pelaksanaan haji atau tempat ziarah seperti pembangunan jalan, penerangan jalan, pemancar air di Arafah ketika musim panas, tersedianya WC dan tempat berwudhu sepanjang perjalanan dari Arafah sampai ke Mina. Pembangunan tenda-tenda haji yang anti api di Mina dan lain-lain.<br />
Khusus pada musim haji segala kekuatan dan kemampuan dikerahkan untuk melayani tamu-tamu Allah mulai dari tim keamanan, kesehatan dan panduan haji. </span>Di samping itu tersedia pula tim khusus untuk mengantarkan jamaah yang tersesat, pulang ke tempat pemondokan mereka. Ditambah lagi pembagian buku-buku agama secara cuma-cuma kepada seluruh tamu-tamu Allah yang diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Tidak hanya sampai di situ, pembagian makanan pun dilakukan bagi tamu-tamu Allah langsung dibagikan ke pemondokan jamaah. Begitu pula di sepanjang rute perjalanan haji mulai dari pagi hari tangal 9 Dzulhijjah sampai tanggal 10 Dzulhijjah berjejer troli-troli membagikan berbagai bentuk minuman dan makanan sebagai sumbangan dari uang pribadi beliau sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">- Pendirian percetakan Al Qur’an di kota Madinah<br />
Pada tahun 1405 H selesai pembangunan kompleks percetakan Al Qur’an di kota Madinah yang dilengkapi dengan segala fasilitas yang mutakhir. <span lang="IT">Seluruh biaya mulai dari pembangunannya sampai segala bentuk operasional sehari-hari atas dana beliau pribadi. Pada tahun 1420 H jumlah eksemplar Al Qur’an yang dicetak sekitar 153 juta eksemplar dan telah dibagikan secara cuma-cuma kepada kaum muslimin di berbagai pelosok dunia sekitar 121 juta eksemplar. Kemudian Terjemahan Al Qur’an dalam berbagai bahasa dan dialek, pada tahun 1420 H telah diterjemahkan dalam 30 bahasa dan dialek. Jumlah Al Qur’an Terjemahan yang telah dibagikan kepada kaum muslimin di berbagai negara secara cuma-cuma sekitar 16 juta eksemplar. Percetakan Al Qur’an tidak hanya bergerak dalam bidang mencetak Al Qur’an dan terjemahannya semata tetapi juga bergerak dalam bidang mencetak kitab-kitab ulama dan bidang terjemahan buku-buku agama yang selanjutnya dibagikan kepada pencinta ilmu baik yang berada dalam Arab Saudi maupun di luar Arab Saudi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Cuplikan Pidato Raja Yang Mulia</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Melalui cuplikan pidato Raja, kita akan melihat secara dekat dan nyata bagaimana kepribadiannya yang sesungguhnya tentang kepahaman beliau tentang agama dan aqidah yang benar. Mari kita simak ketika beliau mengukuhkan undang-undang majelis syura tanggal 27/8/1412 H beliau menyatakan bahwa kerajaan yang beliau pimpin tegak di atas jalan yang jelas yaitu Islam, sebagaimana ungkapan beliau: “Sesungguhnya negara ini berdiri di atas jalan yang jelas dalam politik, hukum dan dakwah serta ikatan persatuan yaitu Islam baik aqidah maupun syari’ah”.</p>
<p style="text-align:justify;">Ungkapan beliau lagi pada pembukaan tahun kerja kedua majelis syura tanggal 5/3/1419H: “Sesungguhnya negara anda yang telah berdiri lebih dari 250 tahun dan bersatu lebih dari 70 tahun telah menjadikan kitabullah (Al Qur’an) dan Sunnah Rasulullah sebagai undang-undang dasar dan garis besar haluan negara, hal ini mewarnai pergaulan dan hubungan kita dengan negara-negara lain. Dan kita akan tetap (dengan izin Allah) berpegang teguh dengan aqidah Islam. Karena kita tahu bahwa dengan demikian kita akan tetap dalam kemuliaan dan kejayaan serta selalu mendapat pertolongan Allah, Maha Benar Allah ketika berfirman: “Sesungguhnya Allah akan menolong orang-orang yang selalu menolong-Nya”.</p>
<p style="text-align:justify;">Beliau ungkapkan pula dihadapan para utusan yang memberikan ucapan selamat atas pembebasan Kuwait tanggal 19/8/1411 H: “Semua kita tahu bagaimana umat Islam terjajah pada masa lampau baik di semenanjung Arab atau Afrika, ataupun Asia dan tempat-tempat lainnya, sebabnya adalah karena kecintaan pada kehidupan dan kesenangan duniawi telah mengalahkan diri kita dari berpegang kepada aqidah”. Beliau tambahkan: “Aku berjanji pada Allah untuk menjadikan Aqidah Islam sebagai asas dan fondasi serta tempat bertolak, dan apa yang bertentangan dengannya tidak akan kita perhatikan dan tidak pula akan kita ikuti”. Pada kesempatan yang sama beliau nyatakan dihadapan para tamu dan masyarakat beliau: “Kita saksikan di berbagai pelosok dunia dan di setiap tempat telah berdiri mesjid dan perpustakaan Islam serta tersebarnya dakwah Islam. Fenomena ini menurut keyakinan saya sebagai bukti bahwa dunia telah mencoba segala bentuk pemikiran dan undang-undang untuk mengatur kehidupan manusia baik secara umum maupun khusus. Dari sini orang-orang mengetahui bahwa aqidah Islam adalah sebaik-baik jalan. <span lang="IT">Karena di dalamnya terkumpul segala bentuk fasilitas kebaikan dunia dan akhirat. Barang siapa yang menginginkan kebaikan di dunia dan di akhirat kelak maka berpegang teguhlah dengan kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya”. </span>Demikianlah sekelumit cuplikan kalimat-kalimat beliau yang penuh makna.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Kesan Dan Pesan Dari Penulis </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Selama penulis menumpang hidup di salah satu sudut kekuasaan Sang Raja Yang Bijak ini, tepatnya di kota Madinah Al Munawwarah banyak sekali kesan indah dan kenangan manis yang penulis rasakan sendiri maupun yang penulis saksikan. Betapa tidak, karena barokah yang selalu diberikan Allah bagi umat yang berpegang teguh dengan agamanya. <span lang="IT">Sudah lebih dari sepuluh tahun lamanya penulis menikmati kemakmuran di negeri orang. </span>Mulai dari semenjak program S-1 sampai sekarang pada tingkat penyelesaian S-3 di Universitas Islam Madinah. Mulai dari awal dari keberangkatan diberi tiket gratis sampai kedatangan semuanya telah tersedia di kamar yang akan ditempati oleh mahasiswa baru mulai dari kasur yang berseprai lengkap dengan selimut ditambah lagi meja belajar dengan ruangan yang ber-AC. Setiap bulan kami menerima bea siswa sebanyak 850 rial. Setiap hari kami diantar jemput untuk ke masjid Nabawi oleh bus kampus. Setiap sekali setahun diberi uang pustaka yaitu berupa dana untuk membeli buku-buku kuliah sebanyak 800 rial. Kemudian setiap libur tahunan musim panas kami di beri tiket untuk berlibur ke negara masing-masing.</p>
<p style="text-align:justify;">Jumlah Mahasiswa asing di Universitas Madinah sekitar 4000 orang ditambah Mahasiswa Saudi sekitar 2500 orang. Ini baru untuk satu universitas belum terhitung yang terdapat di universitas-universitas lain serta cabang-cabangnya baik di dalam Saudi maupun di luar negeri. <span lang="IT">Menurut hemat penulis di negara manapun tidak akan kita dapatkan perhatian seperti ini, apa lagi di negara kita sendiri.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Dalam kehidupan sehari-hari tidak kita temukan praktek kesyirikan dan bid’ah maupun maksiat secara terang-terangan. Karena bila diketahui akan menerima hukuman yang sepantasnya. Bila berobat, ke rumah sakit gratis. Di sana-sini sering kita mendapatkan bantuan buku-buku. Khusus di bulan Ramadhan suasana lebih istimewa lagi, kita akan ditarik-tarik para penyaji buka puasa di masjid Nabawi supaya menyantap perbukaan mereka, anak-anak kecil merayu kita untuk mendatangi hidangan perbukaan mereka. Tepat di sebelah kiri mesjid Nabawi arah timur kota Madinah di sana terbentang hidangan perbukaan atas dana pribadi sang raja yang telah berpulang.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Kalau kita jalan-jalan kepasar kita akan lumrah melihat terong sebesar kepala anak kecil, anggur yang sebesar ibu jari, cabe yang panjangnya 20 cm. Begitu pula ikan yang sebesar anak berumur 5 tahun, harga untuk satu ikat ikan atau satu ekornya kadangkala mencapai 500 rial atau lebih, bila dirupiahkan sekitar satu juta lebih. Sering penulis bertanya pada diri sendiri kenapa negeriku yang subur tidak pernah bertemu hal seperti ini…!?. Ini adalah bukti nyata dari firman Allah: “Jikalau penduduk suatu negeri mau beriman dan bertaqwa, Sungguh Kami akan bukakan pintu rezki bagi Mereka dari langit dan bumi”. (Q.S Al A’raaf; 96).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Saat maraknya isu teroris Sang Raja tidak gegabah dalam mengambil kebijaksanaan. Tidak pernah ada pelarangan terhadap para da’i dan ulama dalam berdakwah bahkan sebaliknya justru mesjid-mesjid diramaikan dengan kajian-kajian tentang aqidah, seminar-seminar digalakkan di kampus-kampus Universitas. Karena Sang Raja memiliki ilmu agama yang cukup dalam mengkaji masalah tersebut. Bahkan beliau telah mengantisipasi akan hal tersebut, dengan mencabut kewarganegaraan Usamah bin Laden sekalipun Amerika mengkritik keras kebijakan Sang Raja pada saat itu. Dan pada akhirnya Amerika menuai benih yang Mereka tabur sendiri, terlepas dari benar atau tidaknya tentang opini yang diciptakan Amerika tentang Bin Laden. Lain halnya di berbagai belahan dunia para da’i dan pemuda muslim sering menjadi korban penculikan tanpa perlu ada bukti yang otentik.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Kesan yang tatkala pentingnya adalah terbuktinya kebohongan dan propaganda yang dibikin oleh musuh Islam dan kelompok-kelompok yang berseberangan dengan paham Ahlussunnah wal Jam’ah seperti tuduhan orang yang suka dusta dan memfitnah bahwa teroris diciptakan oleh negara Saudi sendiri. Begitu pula tuduhan tentang bahwa Saudi berpaham Wahhaby. Sudah sepersepuluh abad lebih penulis berada di Arab Saudi tidak pernah menemukan indikasi ke arah seperti yang dituduhkan tersebut. Bahkan seluruh buku-buku aqidah tidak pernah luput dari membongkar kesesatan teroris (Khawarij dan Mu’tazilah). Begitu pula tuduhan tentang faham Wahhaby bahwa mereka tidak menghormati para wali Allah atau dianggap membuat mazhab yang kelima. Pada kenyataannya semua buku-buku yang dipelajari dalam seluruh jenjang pendidikan adalah buku-buku para wali Allah dari berbagai mazhab. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span lang="IT">Penulis sebutkan di sini buku-buku yang menjadi panduan di Universitas Islam Madinah.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">- Untuk mata kuliah Aqidah:</p>
<p style="text-align:justify;">kitab Syarah Aqidah Thawiyah karangan Ibnu Abdil ‘Iz Al Hanafi,<br />
Fathul Majiid karangan Abdurahman bin Hasan Alu Syeikh.</p>
<p style="text-align:justify;">Ditambah sebagai penunjang Al Ibaanah karangan Imam Abu Hasan Al Asy’ari,<br />
Al Hujjah karangan Al Ashfahany Asy Syafi’i, Asy Syari’ah karangan Al Ajurry, <span> </span>Kitab At Tauhid karangan Ibnu Khuzaimah,Kitab At Tauhid karangan Ibnu Mandah dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">- Untuk mata kuliah Tafsir:</p>
<p style="text-align:justify;">Tafsir Ibnu Katsir Asy Syafi’i,Tafsir Asy Syaukany, Ditambah sebagai penunjang Tafsir At Thobary,Tafsir Al Qurthuby Al Maliky,Tafsir Al Baghawy As Syafi’i dan lain-lain.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></p>
<p style="text-align:justify;">- Untuk mata kuliah Hadits:</p>
<p style="text-align:justify;">Kutub As Sittah beserta Syarahnya Fathul Baari karangan Ibnu Hajar Asy Syafi’i,<br />
Syarah Shahih Muslim karangan Imam An Nawawy Asy Syafi”i, dan lain-lain<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></p>
<p style="text-align:justify;">- Untuk mata kuliah Fikih:</p>
<p style="text-align:justify;">Bidayatul Mujtahid karangan Ibnu Rusy Al Maliky,Subulussalam karangan Ash Shan’any, Ditambah sebagai penunjang: Al Majmu’ karangan Imam An Nawawy Asy Syafi”i, Kitab Al Mughny karangan Ibnu Qudamah Al Hambaly dan lain-lain.<br />
Kalau ingin untuk melihat lebih dekat lagi tentang kitab-kitab yang menjadi panduan mahasiawa di Arab Saudi silakan berkunjung ke perpustakaan Universitas Islam Madinah atau perpustakaan masjid Nabawi, di sana akan terbukti segala kebohongan dan propaganda yang dibikin oleh musuh Islam dan kelompok-kelompok yang berseberangan dengan paham Ahlussunnah wal Jama’ah seperti tuduhan teroris dan wahhaby.</p>
<p style="text-align:justify;">Melalui tulisan singkat ini penulis ingin berpesan kepada saudara-saudaraku yang seiman baik sebagai penguasa maupun sebagai rakyat biasa, marilah kita bina kehidupan kita sehari-hari mulai dari urusan pribadi sampai kepada urusan negara sesuai dengan ajaran agama kita, sejauh mana kita melalaikan ajaran agama kita sejauh itu pula impian kebahagiaan akan jauh dari kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya sebagai tanda syukur kita kepada Allah, kita berkewajiban untuk mendo’akan Sanga Raja yang telah berpulang. Sebagaimana diperintahkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, “Barangsiapa yang melakukan suatau kebaikan padamu, hendaklah kamu membalasnya, jika kamu tidak memiliki sesuatu untuk membalasnya maka do’akanlah orang tersebut, sampai kamu merasa sudah terbalas”. (HR. Abu Daud no: 1672). Dalam sabda yang lain beliau katakan: “Barangsiapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah”. (HR. Tirmidzy no: 1954).</p>
<p style="text-align:justify;">Wallahu A’lam, sholawat dan salam untuk Nabi kita Muhammad shollallahu’alaihiwasallam, penutup segala nabi, serta untuk para sahabat dan keluarganya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/penaabuharits.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/penaabuharits.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penaabuharits.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penaabuharits.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penaabuharits.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penaabuharits.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penaabuharits.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penaabuharits.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penaabuharits.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penaabuharits.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penaabuharits.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penaabuharits.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penaabuharits.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penaabuharits.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penaabuharits.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penaabuharits.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penaabuharits.wordpress.com&amp;blog=4644586&amp;post=16&amp;subd=penaabuharits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penaabuharits.wordpress.com/2008/09/02/berpulangnya-penjaga-dua-kota-suci/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55754ae44593399daa9dadc0b3904916?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">penaabuharits</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
