MUNCULNYA DAI-DAI PELAWAK

30 01 2012

الله أخر موتتي فتأخرت حنى رأيت من الزمان عجائب

Allah mengakhirkan kematianku hingga aku

melihat zaman ini penuh dengan keajaiban

—————————————————–

Jamaahhhhh,…………. oh Jamaaahhhh,…..

Bgitulah salah satu patron iklan seorang ‘dai’ yang dipromosikan setinggi-tingginya oleh media masa

Disatu sisi lain ada pula ‘dai’ perempuan dengan dandanan aneh (sangat menor) di TV yang menurut sumber yang terpercaya pernah di tanya pemirsanya :

pemirsa : Nyai, Saya bekerja Di Pub/diskotek yang menyuguhkan Khomr, tugas saya adalah menyuguhkan khomr tersebut. Apakah gaji saya statusnya haram ?

Nyai, pengasuh pengajian di media ini langsung menjawab : oohhhhhh tidak apa2x, khan anda tidak ikut mengkonsumsi? (bgitulah kurang lebihnya).

di sisi lain, Ada sekelompok anak yang mungkin baru belajar bicara (saking mudanya usia para dai ini sehingga ngomong pun masih belum jelas) , mereka tampilkan di media-media masa [1] untuk berdakwah dan menjawab pertanyaan-pertanyaan besar berkaitan dengan nasib/masalah umat Muhammad shalallahu alaihi wassalam, mengeluarkan fatwa-fatwa tanpa sandaran dan mengikuti liarnya akal nya yang masih belum baligh itu dalam menghukumi,…. Allahu musta’an

Sungguh benar perkataan penyair arab berikut :

الله أخر موتتي فتأخرت حنى رأيت من الزمان عجائب

Allah mengakhirkan kematianku hingga aku

melihat zaman ini penuh dengan keajaiban

Wahai saudaraku, ketahuilah! para ulama bukanlah ABLMB (Anak Baru Lepas Masa Balita) model seperti ini, atau para dai pelawak (model dai jamaaahhh……. oh jamaaahhh…….. ) dan nyai “angger njeplak” yang banyak di promosikan media masa dewasa ini.

Para ulama ialah figur-figur pilihan yang telah menghabiskan umur mereka untuk menjaga kesempurnaan agama, mereka telah menginfakan hidup mereka untuk menegakkan Islam di hidup dan kehidupan mereka, bukan anak yang baru belajar bicara atau para pelawak seperti yang dipertontonkan para manusia jahil jaman sekarang!

Para ulama akan tetap ada hingga akhir masa dunia, yang dengannya setiap manusia tidak akan mempunyai dalih dan memperoleh pembenaran akan kebodohan dan sikap masa bodoh mereka terhadap agama ini (di dunia ini dan di hari hisab kelak), karena pembuktian akan kebenaran agama Islam ini akan tetap tegak sepanjang masa, karena akan tetap ada segolongan hamba yang dihidupkan Allah untuk menunjukkan kebenaran agama ini kepada manusia Dan Merekalah para ulama’ ahlussunnah wal jama’ah, sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi dalam sabda beliau :

(لا تزال طائفة من أمتي قائمة بأمر الله لا يضرهم من خذلهم أو خالفهم حتى يأتي أمر الله و هم ظاهرون على الناس)

Artinya : “Senantiasa ada sekelompok dari umatku yang tegak diatas perintah (agama) Allah, tidak memadharotkan mereka celaan serta penyelisihan orang yang menyelisihi mereka sampai datangnya perintah Allah (hari kiamat) dan mereka (kelompok tersebut) selalu nampak dihadapan manusia” [HR. Bukhori 8/149 dan Muslim 3/1524].

TANDA-TANDA SEMAKIN DEKATNYA HARI YANG DIJANJIKAN (KIAMAT)

Sunggu terbukti sabda nabi yang mulia Muhammad shalallahu alaihi wa sallam. Rasulullah bersabda :

“Sesungguhnya diantara tanda-tanda kiamat adalah diambilnya ilmu (agama) dari anak-anak ingusan/bodoh”

[HR Al-Lalikai dalam ‘Syarhu Ushul I’tiqod Ahli Sunnah’ 102].

إن بين يدي الساعة لأيَّاماً يُنزَلُ فيها الجهلُ، ويُرْفَعُ العلم.

“Sesungguhnya menjelang hari kiamat kelak, akan ada hari-hari yang diturunkanya kebodohan dan diangkatnya ilmu”.[Shahih Al-Bukhari, Kitaabul-Fitan, Baab Dhuhuuril-Fitan (13/13 – bersama Fathul-Baariy).]

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إن الله لا يَقْبِضُ العلمَ انتزاعاً ينتزعُه من العباد، ولكنْ يقبِضُ العلم بقبض العلماء، حتى إذا لم يبقَ عالماً؛ اتَّخذ الناس رؤوساًَ جُهَّالا، فسُئِلوا ؟ فأفتوا بغير العلم، فضلّوا وأضلوا.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengangkat ilmu dengan sekali cabutan dari manusia. Namun Allah akan mengangkat ilmu dengan mewafatkan para ulama. Hingga ketika tidak tersisa lagi seorang berilmu (di tengah mereka), manusia mengangkat para pemimpin/ulama yang jahil (diantara mereka). Mereka ditanya, dan mereka pun berfatwa tanpa ilmu. Hingga akhirnya mereka sesat dan menyesatkan (orang lain)

(Shahih Al-Bukhariy, Kitaabul-‘Ilmi, Baab Kaifa Yaqbidlul-‘Ilm (1/194 – bersama Fathul-Bariy), dan Shahih Muslim, Kitaabul-‘Ilmi, Baab Raf’il-‘Ilmi wa Qabdlihi wa Dhuhuuril-Jahli wal-Fitan (16/223-224 – bersama Syarh An-Nawawiy).

FIGUR SALAH SATU ULAMA SEJATI

Imam Malik guru dari Imam Asy-Syafi’i rahimahumallah, pernah mengatakan :

“Tidaklah aku berfatwa hingga ada 70 ahli ilmu menyaksikan bahwa aku telah layak untuk berfatwa”

[Sifatul Fatwa wal Mustafti (7) oleh Ibnu Hamdan].

Bandingkan belaiu rahimahullahu ta’ala dengan para bocah dan dai-dai karbitan yang didorong-dorong oleh televisi-televisi dewasa ini sebagai ulama?

Bisakah antum menemukan kesamaannya wahai saudaraku?…

Maka betapa sombongnya manusia yang hidup di jaman kita,…..

Note :

1. terutama televisi di acara-acara mereka baik yang mereka namakan acara dakwah atau sinetron religi?!

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: